PanturaNews (Pekalongan) – Ruang kelas kosong melompong menghantui sejumlah Sekolah Dasar Negeri (SDN) di Kota Batik.
Proses Pendaftaran Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) online jenjang SD di Kota Pekalongan Tahun Ajaran 2026/2027 resmi berakhir, namun hasilnya bikin mengelus dada.
Banyak sekolah negeri kini terancam "mati suri" karena kekurangan murid yang sangat serius.
Berdasarkan pantauan di portal resmi SPMB online Kota Pekalongan, grafik keterisian kursi di sebagian besar sekolah peserta zonasi ini zonk alias jauh dari target. Kuota daya tampung yang disediakan kelas-kelas ini tak mampu terpenuhi hingga masa penjurnalan berakhir.
Kondisi paling memprihatinkan menimpa SDN Gamer 02. Bayangkan saja, dari total daya tampung 28 kursi yang disediakan pihak sekolah, hanya ada 1 orang calon murid yang mendaftar dan lolos seleksi!
Fenomena sepi peminat ini bak penyakit menular. Data menunjukkan ada 12 SD Negeri di Kota Pekalongan yang jumlah murid barunya mengenaskan, alias di bawah angka dua digit (kurang dari 10 anak).
Berikut daftar 12 SDN di Kota Pekalongan yang megap-megap kekurangan murid baru:
1. SDN Gamer 02: 1 siswa (Daya tampung 28)
2. SDN Klego 04: 5 siswa (Daya tampung 25)
3. SDN Pasirsari 02: 5 siswa (Daya tampung 28)
4. SDN Baros: 6 siswa (Daya tampung 27)
5. SDN Bendan 04: 6 siswa (Daya tampung 28)
6. SDN Poncol 03: 6 siswa (Daya tampung 27)
7. SDN Dukuh: 7 siswa (Daya tampung 28)
8. SDN Pasirsari 01: 7 siswa (Daya tampung 28)
9. SDN Dekoro: 8 siswa (Daya tampung 27)
10. SDN Kebulen: 8 siswa (Daya tampung 28)
11. SDN Kraton Kidul: 8 siswa (Daya tampung 28)
12. SDN Landungsari 05: 9 siswa (Daya tampung 28)
Secara total, dari 99 SD (Negeri dan Swasta) peserta SPMB Online di Kota Pekalongan tahun ini, sebanyak 79 sekolah (79,80 persen) gagal memenuhi kuota. Rinciannya, 52 SDN dan 27 SD Swasta kursinya masih kosong melompong.
Melihat kondisi ruang kelas yang terancam kosong mirip "sekolah hantu", Dinas Pendidikan (Dindik) Kota Pekalongan langsung bergerak cepat. Pihak dinas menegaskan tidak akan tinggal diam melihat nasib sekolah-sekolah tersebut.
Sekretaris Dindik Kota Pekalongan sekaligus Ketua Panitia SPMB, Siti Nurul Izzah, menegaskan pihaknya akan segera melakukan evaluasi total secara komprehensif setelah seluruh tahapan administrasi kelar.
"Tentu, kami segera melakukan evaluasi secara komprehensif. Setelah rangkaian SPMB online berakhir di tanggal 8 Juli," tegas Siti Nurul Izzah kepada awak media, Senin 6 Juli 2026.
Sebagai jurus penyelamat bagi sekolah-sekolah yang sepi peminat, Dindik Kota Pekalongan bakal membuka kesempatan kedua lewat jalur SPMB offline (pendaftaran manual/tatap muka).
"Nanti akan dibuka SPMB offline bagi Satuan Pendidikan yang belum terpenuhi kuota daya tampungnya," tambahnya.
Kini, para orang tua murid tengah harap-harap cemas menunggu pengumuman final pasca-daftar ulang yang akan disiarkan resmi pada Rabu, 8 Juli 2026 pukul 10.00 WIB.
Jalur offline ini diharapkan bisa menjadi angin segar bagi sekolah yang kekurangan siswa agar roda kegiatan belajar mengajar (KBM) tidak lumpuh saat tahun ajaran baru dimulai.