Ilustrasi
PanturaNews (Brebes) - Sejumlah petani tebu asal Dukuh Bajangan, Desa Songgom, Kecamatan Songgom, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, mengeluh lambannya proses tebang oleh PG Jatibarang. Padahal tanaman tebu tersebut sudah harus ditebang sejak bulan Juli 2012 lalu, namun sampai saat ini belum kunjung dilaksanakan. Akibatnya, pada awal Agustus 2012, sejumlah tanaman tebu mulai terbakar.
Sobari (37), salah seorang petani tebu asal Dukuh Bajangan, menjelaskan, saat ini di dukuhnya sendiri ada sekitar 40 hektar kebun tebu yang terbakar. Namun demikian, pihak PG sampai dengan saat ini belum melakukan upaya penebangan.
"Kami khawatir apabila tidak cepat dilakukan penebangan, kebakaran akan meluas ke areal kebun tebu yang lainnya," ujar Sobari, Rabu 05 September 2012.
Hal senada disampaikan Sutrisno (45), waga Dukuh Bajangan lainnya. Menurutnya, persoalan tersebut sudah pernah disampaikan dalam musyawarah petani tebu, namun aspirasi yang disampaikan dalam musyawarah tersebut sampai dengan saat ini belum ada realisasi.
Bahkan, petani di Dukuh Bajangan sudah berupaya untuk memenuhi apa yang diharapkan oleh Sinder Kebun. Selain itu, petani juga telah memenuhi harapan atas akses jalan menuju kebun tebu dengan mengumpulkan dana iuran senilai Rp 20 juta untuk pembangunannya.
Disisi lain, pihaknya juga merasa iri atas kebijakan penebangan tebu yang dilakukan oleh pihak pabrik. Pasalnya, pihak PG lebih mengutamakan penebangan tebu yang ada di wilayah Jawa Barat, Cilacap dan Kebumen. Sementara tebu milik petani di wilayahnya sampai dengan saat ini belum dilakukan upaya penebangan.
"Untuk itu kami sangat berharap pihak PG bisa lebih mengutamakan penebangan terhadap tebu milik petani di wilayahnya ketimbang yang ada di luar daerah tersebut," tuturnya.
Menanggapi hal tersebut, Bagian Tanaman PG Jatibarang, Didi Suwarto mengatakan, pihaknya mangaku sangat menyayangkan atas kejadian kebakaran yang menimpa kebun tebu milik petani di Dukuh Bajangan. Untuk itu pihaknya menyarankan agar petani bisa melakukan piket untuk mengamankan tebu yang masih dalam kondisi baik.
Menurutnya, persoalan panen bukan bidangnya. Namun demikian pihaknya akan menampung semua aspirasi para petani Dukuh Bajangan untuk disampaikan ke ADM. "Tapi, kami berharap petani bisa sabar atas kondisi ini, dan nantinya bisa ada jalan keluar yang baik,"tandasnya.