Kamis, 06/09/2012, 07:56:12
Puspa Siap Bantu Pulihkan Psikologi Pelaku Aborsi
JAY-Riyanto Jayeng

Tersangka aborsi terbaring lemas di ruang perawatan RSI Harapan Anda (Foto: Dok/ Jayeng)

PanturaNews (Tegal) - Kasus aborsi yang dilakukan oleh salah seorang pelajar di Kota Tegal, Jawa Tengah, pada Selasa kemarin, menjadi perhatian serius semua kalangan masyarakat. Pasalnya, aksi nekat YS yang baru duduk di bangku kelas 2 SMA  itu terbilang sebagai kasus aborsi pertama di tahun 2012.

Tragedi memilukan yang menimpa warga Jalan Citarum, Kelurahan Mintaragen, Kecamatan Tegal Timur  itu dapat dijadikan indikasi adanya karakter nekat di kalangan pelajar perempuan. Sekaligus hal itu merupakan bukti bahwa pembinaan mental keagamaan dan moralitas di kalangan pelajar belum terserap secara menyeluruh dan maksimal.  

Menanggapi hal tersebut, satu-satunya lembaga yang peduli terhadap masalah-masalah yang menimpa wanita dan anak-anak di Kota Tegal yaitu Pusat Pelayanan Terpadu Tindak Kekerasan Berbasis Gender dan Anak (PPTTKBGA) Puspa, menyatakan siap untuk melakukan pendampingan tehadap pelajar pelaku aborsi dalam rangka pemulihan psikologi yang masih trauma atas peristiwa naas yang menimpanya.

Menurut Sekretaris PPTTKBGA Puspa, Siti Cahyani, lembaganya hanya sebatas melakukan pendampingan terhadap pelaku aborsi pada saat-saat pemulihan dari trauma. Sedangkan untuk urusan tindakan aborsi yang berkaitan dengan hukum, itu menjadi kewenangan pihak penengak hukum, dalam hal ini kepolisian. 

“Ya jika diminta, kami siap melakukan pendampingan. Kondisi pelaku aborsi yang masih terbaring lemah pasti mengalami goncangan hebat dan butuh pihak-pihak yang dapat mendampingi pada saat-saat pemulihan dari trauma berat yang menimpanya,” kata Cahyani, Rabu 5 September 2012.

Cahyani menambahkan, kasus aborsi merupakan kasus pertama yang terjadi di kota tegal, khususnya pada tahun 2012 ini. pada tahun 2011 lalu, tercatat hanya ada laporan Kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) atau tindak kekerasan kepada anak dibawah umur.


 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita