Damayanti (kiri) Ikmal Jaya dan istri, Edi Suripno dan Lukman Hakim (kanan) saat bersama-sama melakukan penyemprotan pupuk organic cair MSP (Foto: Nino Moebi)
PanturaNews (Tegal) - Padi jenis Mari Sejahterakan Petani (MSP) DPP PDI Perjuangan, tahan dari serangan hama tikus. Itu karena tanaman padi yang menggunakan bibit MSP yang disemprot dengan pupuk organic cair MSP pula, mempunya batang dan daun yang keras, serta tingginya mencapai rata-rata satu setengah meter. Biaya produksi padi MSP juga rendah, serta hasil panen yang lebih tinggi dari padi jenis lain.
Demikian diungkapkan Ketua Departemen Pertanian DPP PDI Perjuangan, DR Ir Lukman Hakim Sibuea saat melakukan penyemprotan pada tanaman padi seluas 1/4 hektar yang ditanam menggunakan bibit padi MSP, oleh Departemen Pertanian DPP PDI Perjuangan bersama DPC PDI Perjuangan Kota Tegal, Jawa Tengah, di lahan milik Rahajo di Kelurahan Randugunting, Kecamatan Tegal Selatan, Kota Tegal, Sabtu 10 Maret 2012 pukul 08:00 WIB.
Menurut Lukman Hakim, selain tahan terhadap serangan tikus dan hama lainnya, penanaman padi jenis MPS yang disemprot dengan pupuk organic cair MSP, keunggulannya diprogramkan oleh DPP PDI Perjuangan sangat menguntungkan petani.
“Jelas program DPP PDI Perjuangan dengan menekan biaya produksi semurah mungkin, adalah untuk kesejahteraan petani,” ujar Lukman.
Dilelaskan, pupuk organic cair MSP harganya hanya Rp 30 ribu per liter, bisa digunakan untuk tanaman padi seluas satu hektar. Sementara obat-obatan lainnya harganya antara Rp 45 - 60 ribu per liter. Penggunaan pupuk organic cair MSP dari tanam sampai panen hanya dilakukan 6 sampai 8 kali. Selain itu, masa panen padi jenis MSP bisa lebih cepat 20 hari dari padi jenis lainnya.
“Kalau biasanya biaya produksi mencapai Rp 6 juta per hektar, tapi dengan menggunakan padi dan pupuk MSP bisa ditekan hanya sekitar Rp 4 juta. Keuntungan lainnya, panen bisa lebih cepat dan hasilnya 1 hingga 2 ton diatas jenis padi lainnya,” tuturnya.
Penggunaan pupuk organic cair dan bibit padi MSP yang dimotori Anggota Departemen Pertanian, Peternakan, Perikanan dan Kelautan DPP PDI Perjuangan, Damayanti Wisnu Putranti SIP, sebelumnya juga dilakukan pada tanaman padi seluas 1 hektar milik H Sutoyo, warga Desa Brekat, Kecamatan Tarub, Kabupaten Tegal, dan di Desa Buniwah, Kecamatan Bojong, Kabupaten Tegal.
Selain Damayanti Wisnu Putranti, hadir jua Ketua Departemen Pertanian DPP PDI Perjuangan, DR Ir Lukman Hakim Sibuea, Ketua Departemen Kesehatan DPP PDI Perjuangan, Sereida Tambunan, Anggota Infokom DPP PDI Perjuangan, Arie Tjahjanto dan lainnya.
Sedang dari DPC PDI Perjuangan Kota Tegal hadir Ketua DPC, H. Ikmal Jaya SE,Ak yang juga Walikota Tegal dan istri, Sekretaris DPC, H. Edi Suripno SH yang juga Ketua DPRD Kota Tegal serta seluruh pengurus DPC dan anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Tegal.
Dikatakan Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Tegal, H. Ikmal Jaya SE,Ak, padi jenis MSP yang memiliki banyak keunggulan, dan sangat menguntungkan petani, akan dikembangkan kepada masyarakat luas sebagaimana program yang sudah dicanangkan DPP PDI Perjuangan.
“Kami akan mengembangkan penamanan dan penggunaan pupuk organic cair MSP secara bertahap ke setiap RT, RW dan kelurahan,” kata H. Ikmal Jaya SE,Ak.
Dikatakan Damayanti Wisnu Putranti, pupuk organic cair MSP yang merupakan pupuk cair hasil pengembangan tim penelitian Bidang Pertanian DPP PDI Perjuangan itu, mampu memberikan kepuasan kepada petani. Pasalnya, pupuk organic cair itu lebih mampu merangsang pertumbuhan akar dan batang. Sehingga intensitas pertumbuhan padi akan bisa bertahan lantaran batangnya yang kokoh.
“Penggunaan pupuk organic cair MSP, dengan cara disemprotkan ke lahan padi seluas 1 hektar. Padi ini dibagi dua katagori, yang berusia 47 hari dan 58 hari. Nanti kita lihat hasilnya, batang akan tumbuh lebih kokoh dan nutrisi yang dikirim akar ke batang akan memicu pertumbuhan daun yang lebih kuat, lebar dan sehat. Dengan demikian, bulir padi yang dihasilkan akan lebih bagus dan jumlahnya lebih banyak dari yang tidak menggunakan pupuk organic cair lainnya,” tuturnya.
Sementara Raharjo, pemilik lahan tanaman padi yang disempro dengan pupuk organic cair MSP mengatakan, bahwa padi jenis MSP banyak memiliki keunggulan. Dari penanaman satu batang untuk satu lubang dengan jarak 25 centimeter, setelah tumbuh untuk satu lubang menjadi rata-rata 30 batang.
“Menanam padi MSP tidak merepotkan. Ketika tanaman di lahan tetangganya diserang tikus, tanaman punya saya sama sekali tidak disentuh. Kalaupun ada hama, paling ulat dan terakhir walang sangit. Tapi saat sudah disemprot semua hama hilang," ujarnya.