Ilustrasi
PanturaNews (Brebes) - Beredarnya lembaran kuesioner kepada para guru di sejumlah sekolah dasar (SD), yang diduga untuk kepentingan politik menjelang Pemilukada Brebes 07 Oktober 2012, dibantah Bupati Brebes, Jawa Tengah, H. Agung Widyantoro SH MSi, sebagai perintahnya.
"Saya belum melihat apa isi kuesioner itu, dan saya juga belum tahu apa yang dimaksud isi lembar survey kuesioner itu. Tetapi secara pribadi mauapun atas nama Bupati, saya menegaskan bahwa saya tidak pernah memrintahkan siapapun. Bahkan dinas manapun juga tidak diperintahkan untuk melakukan survey, apalagi membuat lembar kuesioner," aku Bupati Brebes saat dikonfirmasi PanturaNews, Kamis 23 Februari 2012.
Namun, menurut Bupati, jika lembar survey kuesioner tersebut memang atas inisiatif dari teman-teman dinas di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Brebes, lebih baik tanyakan inisiatifnya apa.
"Barangkali itu untuk mengetahui seberapa jauh calon-calon yang akan maju dalam Pemilukada Brebes nanti, dan untuk mengetahui dukungan masyarakat, coba tanyakan saja ke dinas terkait," ujarnya.
Bupati menjelaskan, terkait dengan urusan atau langkah politik, secara pribadi diakuinya menyerahkan sepenuhnya kepada tim suksesnya. "Sekali lagi, untuk persoalan politik adalah kewenangan tim sukses saya," tandasnya.
Saat disinggung, apakah dengan beredarnya lembar survey kuesioner itu mempengaruhinya sebagai calon incumbent. Ia meminta untuk menanyakan kepada yang membuat lembar survey kuesioner tersebut.
"Kalau itu tanyakan kepada yang membuat lembar survey kuesioner dong. Yang jelas, saat ini sebagai Bupati, saya berkonsentrasi kepada pelayanan masyarakat," tuturnya.
Atas persoalan ini, Bupati menghimbau kepada seluruh masyarakat Brebes agar menyikakapi proses demokrasi yang saat ini tengah berjalan untuk menjadi pemilih yang cerdas. Selain itu, gunakan hak pilihnya secara baik dan benar, yakni dengan memilih pemimpin yang memiliki nurani yang peduli, terutama untuk melayani masyarakat dan mensejahterakan masyarakatnya.
Sebelumnya, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Brebes, Dr. Angkatno SH MPh, mengatakan, kalau edaran lembar kuesioner di sejumlah SD di Kecamatan Wanasari dan Kecamatan Brebes itu, hanya sebatas untuk penjajakan sehingga dinilai wajar-wajar saja.
"Jadi, tolong tidak usah dibesar-besarkan. Apalagi sampai dipermasalahkan lagi," pinta Angkatno yang menghendaki agar persoalan ini tidak usah dipublikasikan lagi.
Seperti diberitakan, beredarnya lembaran kuesioner kepada para guru di sejumlah sekolah dasar (SD), diduga digalang untuk kepentingan politik calon bupati jelang Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada) Brebes yang akan digelar pada 07 Oktober 2012. Pertanyaan pada kuisioner seputar siapa Calon Bupati Brebes yang ideal.
Beredarnya lembaran kuesioner ditemukannya di sejumlah SD di Kecamatan Wanasari dan Kecamatan Brebes, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Kuisioner diketahui dibawa oleh kepala sekolah, selanjutnya dibagikan kepada para guru untuk mengisinya.