Ketua LSM Gost Pekalongan, Solehan
PanturaNews (Kajen) - Dunia pendidikan hendaknya menitik beratkan pada aspek moralitas atau etika. Hal ini sangat mendasar karena out put pendidikan selama ini, disinyalir hanya mampu mencetak orang pintar namun tidak benar. Terbukti, para koruptor merupakan produk dari dunia pendidikan yang notabenya hanya mengandalkan aspek akademisi alias nilai kelulusan.
Demikian dikatakan Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Gost Pekalongan, Jawa Tengah, Solehan, Rabu 22 Februari 2012.
Menurutnya, masih banyak tingkah para pelajar yang tidak mencerminkan sebagai kaum terdidik yang seharusnya menjadi contoh, seperti terjebak dalam tawuran pelajar, aksi perkelahian antar kampus dan perbuatan tercela sejenisnya.
"Kami berharap dunia pendidikan sekarang ini harus mengutamakan nilai etika atau moral, karena aspek inilah yang sekarang sudah menghilang," ungkap Solehan.
Tak hanya di tingkat dasar dan menengah, pendidikan di tingkat tinggi pun masih sangat perlu diberikan materi kuliah tentang moral, itu pun belum cukup kalau hanya diberikan beberapa jam saja. Kehidupan yang dihadapi di era global sangat komplek, budaya materialisme, konsumerisme, hedonisme, kapitalisme yang tercipta lantaran penetrasi budaya tak mudah di filter. Para anak didik harus dibekali budaya yang luhur seperti etika, sopan santun dan sejenisnya.
"Bila perlu lulusan pasca sarjana sebelum masuk ke dunia kerja, diberikan pelatihan khusus tentang etika dan moralistas, sehingga out pun dari dunia pendidikan dapat diterima dengan baik di tengah masyarakat," lanjut Solehan.
Solehan mencontohkan, ada pelajaran yang perlu diambil dari teller beberapa bank-bank di negeri ini, motto yang diterapkan bisa di petik untuk diambil contoh terutama mengutamakan pelayanan. Setiap orang yang datang ke bank selalu disapa dengan ramah kemudian dibantu keperluanya. Dunia perbankan yang juga menyangkut masalah public, cukup tepat jika menerapkan kiat-kiat seperti itu, melayani masyarakat dengan baik. Dunia pendidikan mestinya harus lebih baik dari itu, etika dan kesopanan mestinya harus di utamakan, jangan sebaliknya menganggap diri lebih pinter, lebih hebat dan seterusnya.
"Ini menyangkut soal etika, dan sistem pelayanan kepada masyarakat ini mestinya harus diterapkan di dunia pendidikan, sehingga pada saat menjadi apapun akan baik dan beretika. Sekarang coba kita lihat para pejabat kita, apakah sudah bersikap seperti itu?," tanya dia.