Tanggul Sungai Ciapit di Desa Luwungbata yang jebol beberapa waktu kembali meluapkan air dan menggenangi desa (Foto: Takwo Heriyanto)
PanturaNews (Brebes) - Akibat jebolnya tanggul Sungai Ciapit yang belum diperbaiki, ratusan rumah warga Desa Karangreja, Luwungbata dan Mundu di Kecamatan Tanjung, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, kembali direndam banjir, Minggu 22 Januari 2012 pukul 03.04 WIB.
Informasi yang berhasil dihimpun PanturaNews menyebutkan, banjir yang melanda tiga desa di Kecamatan Tanjung itu, akibat tanggul Sungai Ciapit di Desa Luwungbata yang jebol beberapa waktu lalu belum diperbaiki. Hujan besar yang turun sejak malam, sehingga air meluap dan merendam rumah-rumah warga.
Tokoh masyarakat Desa Luwungbata, Rusnalim yang dihubungi PanturaNews mengatakan, air yang merendam desanya mencapai ketinggian sekitar 1 meter. Sedangkan di dua desa tatangganya, yaitu Karangreja dan Mundu, air hanya setinggi lutut orang dewasa. Namun di Desa Mundu, air menggenangi area persawahan sehingga terancam gagal panen.
“Meskipun banjir kali ini tidak terlalu parah disbanding dengan banjir sebelumnya, tapi warga khawatir akan kebanjiran terus jika tanggul yang jebol tidak secepatnya diperbaiki. Untuk saat ini bantuan yang mendesak dibutuhkan warga adalah perbaikan tanggul, bukan bantuan logistik,” tutur Rusnalim.
Sementara Bupati Brebes, H Agung Widyantoro yang dihubungi mengatakan, dari lima tanggung sungai yang jebol, baru tiga yang sudah diperbaiki yaitu tanggul sungai di Tanjung, Sengon dan Kecipir. Dua yang akan menyusul akan diperbaiki adalah tanggul sungai di Prapag dan Luwungbata.
“Keterlambatan perbaikan tanggul-tanggul yang jebol itu karena masalah kewenangan, dan system penganggaran,” kata bupati.
Seperti diketahi, ribuan rumah warga di lima kecamatan, yakni Kecamatan Brebes, Tanjung, Losari, Kersana dan Banjarjo, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, terendam banjir dengan ketinggian 1 hingga 1,5 meter, Sabtu 31 Desember 2011.
Banjir terjadi akibat meluapnya Sungai Ciapit, Kabuyutan dan Sungai Babakan yang diguyur hujan terus-menerus sejak pada Jumat 30 Desember 2011, Karena dan beberapa titik tanggul sungai jebol.