Senin, 03/10/2011, 23:06:36
Membatik 1000 Payung Masuk Catatan Rekor Muri
AZ-Agus Zahid

1000 peserta membatik payung kain di Lapangan Jatayu, Kota Pekalongan (Foto: Agus Zahid)

PanturaNews (Pekalongan) - Sebanyak 1.000 payung yang dibatik aneka motif dan warna, tercatat masuk dalam rekor Musium Rekor Indonesia (MURI), dalam Peringatan Hari Batik Nasional 2011, yang dihadiri Ibu Ani Bambang Yudhoyono di Lapangan Jatayu, Kota Pekalongan, Jawa Tengah, Senin 3 Oktober.

Membatik 1.000 payung dilakukan oleh 1.000 pembatik yang terdiri dari 750 perajin batik, 200 pelajar dan 50 seniman.

"Kami dari MURI mencatat parade 1.000 payung yang dibatik dengan aneka motif dan warna, masuk dalam kategori payung terbanyak. Karenanya, kami secara resmi mencatat parade ini dalam rekor MURI ke 5106," jelas Manajer MURI, Sri Widayati disela-sela peringatan Hari Batik Nasional 2011.

Sebagaimana diketahui dalam rangka peringatan Hari Batik Nasional tahun 2011, digelar berbagai kegiatan seperti pengecetan becak dengan motif batik, kuliner dan membatik pada 1.000 payung kain. Sedangkan pelibatan pelajar dalam kegiatan parade membatik di atas paying, guna mengenalkan seni membatik pada kalangan generasi muda agar tetap mengenal budaya batik.

Walikota Pekalongan, Basyir Ahmad menyatakan tujuan dilaksanakan peringatan Hari Batik Nasional tahun 2011, sebagai sarana guna membangun dukungan dan komitmen masyarakat, bahwa batik merupakan warisan budaya yang harus dilestarikan. Selain itu sebagai sarana untuk membangun komitmen dan dukungan masyarakat bahwa dengan membangkitkan industri batik, maka dapat meningkatkan kesejahteraan rakyat dan memperkokoh jati diri bangsa.

"Peringatan Hari Batik Nasional 2011 diharapkan dapat menggairahkan kembali industri batik bagi Kota Pekalongan pada khususnya dan Indonesia pada umumnya. Karenanya, dalam peringatan ini ada pencatatan rekor MURI membatik di atas 1.000 payung," jelas Basyir.

Menurut Basyir, selama berlangsungnya kegiatan Peringatan Hari Batik Nasional Tahun 2011 di Kota Pekalongan, maka Pemerintah Kota Pekalongan mengimbau pada seluruh warga Kota Pekalongan, termasuk PNS, karyawan BUMN dan BUMD agar mengenakan busana batik di dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

Apabila masyarakat Kota Pekalongan sudah mengenakan pakaian batik dalam kehidupan sehari-hari, maka merupakan bukti kepedulian dan kecintaan masyarakat pada batik.

"Kami mengharapkan pakaian batik dapat menjadi pakaian sehari-hari, artinya pakaian batik tidak hanya dikenakan pada kegiatan tertentu. Masyarakat juga mengenakan pakaian batik guna lebih memasyarakatkan batik secara luas," tandas Basyir.

Kehadiran Ibu Negara Ani Yudhoyono di Kota Pekalongan, dalam peringatan Hari Batik Nasional 2011 diharapkan dapat meningkatkan citra Kota Pekalongan sebagai Kota Batik, tidak hanya di dalam negeri tapi juga luar negeri. Selain itu, sumbangan koleksi batik dari Ibu Negara Ani Yudhoyono dan Ibu Herawati Boediono, makin menambah koleksi di Museum Batik Pekalongan.


 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita