Bendahara Umum DPP PKB, Bahrudin Nashori
PanturaNews (Tegal) - Belum ada satupun partai politik yang diprediksi bakal memenangi pesta demokrasi di Pemilu 2014 mendatang. Pasalnya, saat ini banyak partai besar di Indonesia yang dilanda konflik internal. Meskipun demikian, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) optimis dapat mendongkrak suara secara nasional dari 5 hingga 10 persen.
Demikian dikatakan Bendahara Umum DPP PKB, Bahrudin Nashori, dalam orasinya saat membuka Musyawarah Kerja Cabang (Muskercab) DPC PKB Kabupaten Tegal, di aula Kantor Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, Sabtu 30 Juli 2011.
“Saat ini banyak partai besar yang dilanda konflik, baik disebabkan oleh faktor eksternal maupun internal. Jadi, belum dapat diprediksi siapa yang bakal jadi pemenang di Pemilu 2014 nanti. Tetapi, diantara semua partai yang ada, PKB adalah partai yang paling siap menghadapi Pemilu 2014,” kata Bahrudin.
Lebih jauh dikatakan, pada pemilu legislatif yang lalu, Lembaga Survei Indonesia (LSI) telah mencatatkan prediksinya untuk PKB. Saat itu disemua media diinformasikan, bahwa PKB hanya akan mendulang suara tidak lebih dari 2 persen. Namun prediksi itu ternyata meleset dan terbukti PKB mampu eksis dengan meraup suara sampai 5 persen. Bahkan di tahun inipun, LSI kembali memprediksi bahwa PKB hanya akan memperoleh 4,5 persen suara dalam Pemilu 2014.
“Saat ini kita mampu mengantongi 5 persen suara secara nasional, oleh karenanya kita akan berusaha semaksimal mungkin untuk meraih suara hingga 10 persen di pemilu mendatang,” ujarnya.
Menurut Bahrudin, salah satu kekuatan besar PKB adalah keberadaan warga Nahdatul Ulama (NU). Oleh karena itu, sebagai titik tolak bagi jajaran pengurus PKB dari pusat hingga tingkat ranting, harus mampu melakukan interaksi positif yang berkelanjutan dengan warga NU. Perlu diketahui bahwa kelahiran PKB yang dibidani oleh Gus Dur dari rahim NU bertujuan agar warga NU menyalurkan prinsip dan sikap politiknya ke dalam PKB demi kemaslahatan ummat bersama.
Sementara, Ketua DPC PKB Kabupaten Tegal, Habib Soleh mengatakan, keputusan untuk lebih intim merangkul NU merupakan strategi tepat yang hampir terlupakan. Untuk itu, di tingkat kepengurusan DPC PKB sampai ke semua ranting di Kabupaten Tegal diharapkan mampu memainkan peranannya agar dapat memikat NU yang masih jauh dengan PKB menjadi dekat dan masuk ke dalam PKB.
“Marilah kita semua warga NU untuk konsekuen dan komitmen membesarkan PKB. Demikian pula PKB diminta untuk tidak menganggap remeh kekuatan NU, sebab tanpa NU, PKB bukanlah apa-apa. Kami akan mengetatkan intensitas dan frekwensi konsolidasi dengan NU agar dalam pemilu 2014 mendatang PKB Kabupaten Tegal dapat meningkatkan perolehan suara dan kursi perwakilan di DPRD,” kata Habib.
Dijelaskan Habib, pada Pemilu sebelumnya, perolehan suara yang berhasil dihimpun PKB Kabupaten Tegal mencapai 105 ribu suara dengan 8 kursi perwakilan di DPRD Kabupaten Tegal. Akan tetapi, Habib mengaku berharap pada pemilu mendatang, PKB Kabupaten Tegal mampu mendulang suara lebih dari sebelumnya dan mengubah jumlah kursi perwakilan di DPRD dari 8 kursi menjadi 12 kursi.
Sedangkan Ketua panitia penyelenggara Muskercab PKB, Firdaus Assyairozi sat dikonfirmasi mengatakan, bahwa gelar Muskercab PKB Kabupaten Tegal adalah kali yang pertama sejak dipimpin Habib Sholeh pasca wafatnya H Hammam Miftah, selaku pemangku jabatan Ketua DPC PKB Kabupaten Tegal saat itu.
“Acara ini akan diisi dengan agenda rapat persiapan dan konsolidasi kader PKB menyongsong Pemilu 2014. Merangcang dan memprogram kegiatan partai untuk mendatang, serta memberikan pemantapan kepada seluruh jajaran pengurus partai agar tumbuh kepedulian merasa memiliki partai dan merangkul NU,” jelas Firdaus.