Kemacetan cukup parah di titik jembatan Sungai Pemali Brebes. (Foto: Takwo Heriyanto)
PanturaNews (Brebes) - Selama hampir sepekan, kemacetan arus lalu-lintas disepenjang jalur pantura Brebes, Jawa Tengah, terpantau langsung di beberapa titik. Kemacetan terparah berada di titik jembatan sungai Pemali Brebes hingga pos penjagaan polisi Desa Bangsri, Kecamatan Bulakamba, juga di titik pintu eksit tol Pejagan-Kanci.
Kemacetan yang memakan waktu berjam-jam ini, selain disebabkan adanya perbaikan tiga jembatan di jalur pantura Brebes, Pesantunan dan Pakijangan. Juga disebabkan adanya perbaikan jalan.
Akibat kemacetan arus lalu-lintas disepanjang jalur pantura Brebes ini, masyarakat mengeluh. Pasalnya, kondisi tersebut membuat ekonomi masyarakat, khususnya pengguna jalan yang setiap harinya beraktifitas mencari penghasilan mengalami kerugian. Bukan itu saja, akibat kemacetan tersebut tidak sedikit para pelajar SMP maupun SMA terpaksa seringkali terlambat masuk sekolah, karena angkutan umum sedikit sekali yang beroperasi.
Ironisnya lagi, ditengah-tengah kemacetan arus lalu-lintas tersebut, petugas lalu-lintas yang mengamankan kelancaran jalannya arus lalu-lintas tersebut minim. "Saya heran, dengan petugas lalu-lintas Brebes yang mengamankan kemacetan arus kendaraan. Masa, sedang macet-macetnya arus kendaraan, malah melakukan operasi kendaraan. Bahkan petugas lalu-lintas yang mengatur arus lalu-lintas juga sedikit," kata Zaenudin, warga Brebes yang setiap harinya melintasi jalur pantura, Kamis 12 Mei 2011.
Ia juga mengatakan akibat kemacetan tersebut sejumlah supir angkutan umum tidak bisa membayar setoran. Hal ini, disebabkan karena penghasilan yang didapat menurun drastis.
"Ya harus dimana lagi, dengan kondisi seperti ini, jelas bagi seorang belum mampu untuk membayar setoran. Kalau membayar pajak, yang pasti kebutuhan untuk keluarga sangat tidak mencukupi sekali," ujar Risnanto (51), salah seorang supir angkutan umum.