Rabu, 11/05/2011, 19:35:00
Riset RUD Betujuan Untuk Optimalkan Potensi Daerah
TK-Takwo Heriyanto

Ilustrasi

PanturaNews (Brebes) - Enam kelompok riset atau peneliti resmi dinyatakan menjadi nominasi pemenang dalam Riset Unggulan Daerah (RUD) Kabupaten Brebes, Jawa Tengah tahun 2011, yang diselenggarakan oleh Bappeda setempat pada 26-27 April 2011 lalu. Proposal yang dipresentasikan telah lulus uji verifikasi dan penilaian oleh Tim Penilai dari Undip, Unsoed dan Bina Program Balitbang Provinsi Jawa Tengah.

Demikian disampaikan Kepala Bappeda Kabupaten Brebes, Ir. Djoko Gunawan melalui Kepala Bidang Statistik Pengendalian dan Evaluasi selau ketua pantia RUD, Ir. Titi Yuliati MSi, Rabu 11 Mei 2011, di ruang kerjanya.

Menurutnya, keenam judul proposal yang akan dijadikan riset, adalah inventarisasi penambangan bahan galian C dan identivikasi dampaknya di Kabupaten Brebes yang salah satu penggasnya adalah Ir. Eko Dewanto MSi dari Unsoed, hungungan pajanan pestisida dengan kejadian diabetes melitus tipe 2 pada kelompok petani di Kecamatan Kersana, Kabupaten Brebes oleh dr. Sigit Arumtara dan Muhtar S.KM, MKes dari Dinas Kesehatan Brebes.

Analisa model pengembangan ekonomi lokal melalui penerapan pola kemitraan agribisnis rumput laut oleh Drs. H. Tabrani MM dan Dien Noviany R, SE, MM, AKt, dari UPS Tegal, formula lota dan kappa karaginan pada ektraksi agarose dengan metode blansing berbeda terhadap rendemen dan kualitas agar gracilaria gigas oleh Drs. H.A. Illalqisny Insan M.S dari Unsoed, hubungan riwayat paparan pestisida dengan kejadian goiter pada murid-murid SD di wilayah Puskesmas Kluwut, Kecamatan Bulakamba oleh dr. Rasipin dan Nurusl Aeny S.KM dari Dinas Kesehatan Brebes dan terakhir adalah pengembangan metode budidaya rumput laut gracilaria Sp di Kabupaten Brebes oleh Wadi, MSi dan M. Rohidin M.Hum dari STIT Brebes.

"RUD tahun ini, sebelumnya diikuti oleh 20 proposal, kemudian direview melalui sejumlah tahapan. Yakni, dinilai dari aspek metodologi riset dengan standar nilai minimal 1000," ujarnya.

Kalaupun lolos, lanjutnya, masih dikonsultasikan juga kepada user (SKPD) yang melihat asas kemanfaatan program. Hasilnya expert judgement tim pakar yang menentukan, sifatnya baku. "Jadi tidak nepotisme, karena penilian itu ke proposal blind, artinya penilai tidak tahu siapa penelitinya," papar Titi.

Dijelaskannya, kegiatan ini dimaksudkan untuk melibatkan warga Brebes secara langsung untuk memberikan saran, usul, dan masukan dalam pembangunan daerah, meliputi bidang ekonomi, pertanian, pendidikan, kesehatan, sosial, dan budaya.

Ia berharap proposal riset/penelitian yang terpilih tersebut nantinya bisa diaplikasikan secara langsung untuk pembangunan dan kemakmuran masyarakat Kabupaten Brebes. Sebab, riset RUD ini, katanya, bertujuan untuk menemukan atau mengembangkannya secara nyata dalam rangka mengoptimalkan potensi dan kemampuan daerah guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat.


 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita