Minggu, 19/12/2010, 19:04:00
Tidak Ada Sejarah Muslimat NU Jadi Pembangkang
TK-Takwo Heriyanto

Prof. DR. Hj. Ismawati MAg

PanturaNews (Brebes) – Kerja sama Muslimat Nadhlatul Ulama (NU) dengan instansi pemerintah, sebagai bentuk kontribusi nyata. Termasuk mentaati segala aturan yang dikeluarkan oleh pemerintah. Karena itu, tidak ada sejarahnya kalau Muslimat NU menjadi pembangkang pemerintahan.

Demikian disampaikan Ketua Pengurus Wilayah (PW) Muslimat NU Provinsi Jawa Tengah, Prof. DR. Hj. Ismawati MAg saat sambutan pada Pelantikan Pengurus Cabang (PC) Muslimat NU Kabupatren Brebes, Jawa Tengah di Pendopo Kabupaten setempat, Minggu 19 Desember 2010.

Menurutnya, Muslimat NU Kabupaten Brebes, menjadi contoh terbaik bagi Muslimat NU di wilayah Pantura. Untuk itu diharapkan bisa menjadi pelopor dalam penataan aset-aset milik muslimat NU. Termasuk dalam menjalin jaringan dengan berbagai instansi, sudah sangat cantik dimainkan Muslimat NU Brebes. Sehingga ada yang beranggapan kalau menjadi pengurus Muslimat NU menjadi pegawai kantor.

Ditegaskan Ismawati, kerja sama dengan instansi pemerintah, adalah sebagai bentuk kontribusi nyata. Termasuk mentaati segala aturan yang dikeluarkan oleh pemerintah kabupaten. “Tidak ada sejarahnya kalau Muslimat NU menjadi pembangkang pemerintahan,” tegasnya.

Aset Muslimat NU yang tersebar di mana-mana, hendaknya dilembagakan secara apik. Sehingga tidak terburai dan menjadi bahan rebutan, atau bahkan sampai dibawa lari oleh pihak lain. “Kita perlu jaga aset Muslimat NU dengan penguatan kelembagaan,” ujar Ismawati.

Aset yang tersebar itu, lanjutnya, bisa dengan jalan numerisasi majelis taklim, yayasan, lembaga pendidikan, Badan Kejahteraan Muslimat NU (BKM) dan sebagainya. Misalkan TK Muslimat NU, maka ditulis TK Muslimat NU 01 Brebes. Yayasan Jamiyah Darul Hadlonah 01, 02, 03 dan seterusnya. 

“Selama ini, kita seakan membiarkan aset-aset Muslimat NU, sehingga ada yang diakui menjadi milik pribadi ataupun dicaplok pihak lain,” ungkap Ismawati.

Sementara Wakil Bupati Brebes, H Agung Widiyantoro SH MSi berharap agar Muslimat NU mampu menjadi organisasi yang mandiri. Banyak jalan yang bisa ditempuh oleh untuk mencapai kemandirian. Pasalnya, banyak peluang yang bisa dibangun. Misalkan kebiasaan Nadhliyin yang sering berziarah dengan menabur bunga, bisa disediakan oleh Muslimat NU dengan menanam bunga.

"Sekuntum bunga mawar saja bisa dihargai berkisar antara 700 hingga 1500 rupiah. Bila warga Muslimat NU mampu menanam seribu bunga, maka hasilnya bisa mencapai ratusan juta rupiah. “Pemerintah siap menyediakan bibit, kalau Muslimat NU mau serius menanganinya,” tawar Agung.

Ketua Panitia Penyelenggara, Dra. Hj Farikha mengatakan, dalam pelantikan ini juga diserahkan secara simbolis beasiswa bagi 25 anak SD/MI dan SMP/MTs. Beasiswa juga akan diberikan di tiap-tiap Pengurus Anak Cabang (PAC) Muslimat NU se-Kabupaten Brebes. Acara pelantikan dimeriahkan dengan drum band wanita Muslimat NU Larangan dan Qosidah dari Bumiayu.


 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita