Jumat, 17/12/2010, 15:14:00
Rencana Pembangunan Patung Sejarah Senilai Rp 1,8 M Diprotes Keras
TK-Takwo Heriyanto

Di lokasi inilah Pemkab Brebes berencana membangun patung sejarah dengan anggaran Rp 1,8 milyar.  (FT: Takwo Heriyanto)

PanturaNews (Brebes) - Rencana Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Brebes, Jawa Tengah membangun patung sejarah Brebes senilai Rp 1,8 milyar di halaman lokasi transaksi jual beli bawang merah Desa Pesantunan, Kecamatan Wanasari, atau sebelah barat Sungai Pemali diprotes keras.

Protes itu datangnya dari sejumlah elemen masyarakat, khususnya pemerhati pembangunan Brebes. Salah satunya adalah Alfian Nazri yang akrab dipanggil Agam. Menurutnya, kalau memang Pemkab Brebes berencana mengganggarkan uang senilai Rp 1,8 milyar untuk pembangunan sebuah patung sejarah, lebih baik tunda terlebih dahulu mengingat masih banyak masyarakat yang tingkat kesejahteraannya kecil.

"Daripada uang senilai Rp 1,8 milyar itu hanya untuk membangun patung sejarah Brebes, lebih baik digunakan saja untuk kepentingan masyarakat Brebes yang tingkat kesejahteraannya masih kecil. Contohnya para pedagang kaki lima. Biar kesejahteraannya tercukupi, diberi modal pinjaman tanpa agunan atau dihibahkan saja. Itu kan lebih baik," katanya saat dikonfirmasi PanturaNews, Jumat 17 Desember 2010.

Wakil Bupati Brebes, H. Agung Widyantoro SH MSi saat dikonfirmasi terkait hal tersebut enggan untuk berkomentar. "Untuk masalah pembangunan patung sejarah, saya serahkan kepada Asisten 1 Setda Brebes, Drs. H.M. Supriyono," ujarnya singkat.

Sementara itu, Asisten 1 Setda Brebes, Drs. H.M. Supriyono saat dikonfirmasi melalui telepon, mengatakan bahwa rencana Pemkab membangunan patung sejarah hanya sebuah wacana. Diakuinya, pihaknya belum memastikan kalau biaya pembangunan patung sejarah tersebut menelan angaran hingga Rp 1,8 milyar.

"Sebenarnya masalah pembangunan patung sejarah itu atas usulan dari para pelaku sejarah/ pejuang Brebes yang saat ini masih hidup. Dan yang perlu diingat adalah bahwa pembangunan patung sejarah itu yang dulunya berada dilokasi Alun-alun Brebes kemudian dibongkar, karena adanya rehabilitasi total terhadap Alun-alun. Jadi, intinya Pemkab hanya memindahkan ke lokasi lain," ucap Suriyono.

Ditambahkannya, untuk masalah lokasi pembangunan patung sejarah di sebelah barat Sungai Pemali belum deal atau pasti. Artinya, Pemkab masih belum menemukan lokasi yang tepat untuk pembangunan patung sejarah tersebut. "Pemkab masih akan membahasnya lagi dengan instansi-intansi terkait," tandasnya.


 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita