Kamis, 23/07/2026, 21:45:41
Jembatan Perintis Ciraja Tekan Potensi Konflik Sosial dan Pererat Warga
LAPORAN TAKWO HERIYANTO

PanturaNews (Brebes) – Keberadaan Jembatan Gantung Perintis Garuda yang melintasi Sungai Ciraja dinilai tidak hanya mempermudah mobilitas fisik warga, tetapi juga efektif menekan potensi konflik sosial dan mempererat hubungan kemasyarakatan antarwilayah.

Jembatan gantung sepanjang 60 meter tersebut resmi menghubungkan Desa Bangbayang dan Desa Bantarkawung, Kecamatan Bantarkawung, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, usai diresmikan pada Kamis (23/7/2026).

Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Brebes, Cecep Aji Suganda, menegaskan bahwa ketimpangan aksesibilitas antarwilayah sering kali menjadi pemicu gesekan sosial.

Oleh karena itu, terhubungnya kedua desa yang sempat terpisah puluhan tahun ini menjadi langkah strategis menjaga kondusivitas daerah.

"Pembangunan jembatan ini menjadi bukti nyata hadirnya negara dalam merajut persatuan dan kebersamaan masyarakat. Dengan terkoneksinya kedua desa, potensi konflik sosial akibat ketimpangan akses dapat ditekan, serta tercipta kondusivitas wilayah yang lebih baik," ujar Cecep saat menghadiri peresmian di Desa Bangbayang, Kamis.

Akhir dari Isolasi Wilayah

Sebelum jembatan ini berdiri, Sungai Ciraja dengan lebar sekitar 50 meter dan kedalaman hingga lima meter saat musim hujan selalu menjadi penghalang utama interaksi warga. Kondisi tersebut membatasi akses ekonomi, pendidikan, hingga hubungan sosial antarwarga desa.

Kini, infrastruktur penyeberangan tersebut memberikan dampak langsung bagi 15.500 jiwa atau sekitar 2.350 kepala keluarga (KK) di kedua desa.

Komandan Kodim 0713/Brebes Letkol Inf Ambariyantomo menyampaikan, jembatan ini dibangun atas dasar sinergi antara TNI, Polri, pemerintah daerah, dan gotong royong warga.

Proyek ini juga mendukung program nasional pembangunan 10.000 jembatan yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto untuk menjangkau daerah terisolasi.

"Dengan beroperasinya Jembatan Gantung Perintis Garuda, akses masyarakat menuju sekolah, layanan kesehatan, hingga aktivitas ekonomi menjadi jauh lebih cepat, aman, dan efisien," kata Ambariyantomo.

Ajakan Menjaga Kerukunan dan Fasilitas

Sementara itu, Wakil Bupati Brebes Wurja mengapresiasi kebersamaan seluruh elemen yang terlibat. Ia berpesan agar semangat gotong royong yang terbangun selama proses pembangunan terus dijaga melalui perawatan jembatan secara swadaya.

"Setelah diresmikan, mari kita jaga bersama jembatan ini agar tetap awet dan dapat dimanfaatkan oleh generasi mendatang," imbau Wurja.


 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita