Rabu, 03/06/2026, 23:51:57
Kemenkomdigi Gandeng Pemkab Brebes Kampanyekan Gizi Sehat dan Internet Aman Lewat Pagelaran Wayang Golek
LAPORAN TAKWO HERIYANTO

PanturaNews (Brebes) - Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemenkomdigi) melalui Direktorat Jenderal Komunikasi Publik dan Media menggandeng Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Brebes menggelar pertunjukan budaya "Pagelaran Wayang Golek Santri", Ki Haryo Susilo Enthus, di Lapangan Desa Parereja, Kecamatan Banjarharjo, Kabupaten Brebes, Rabu (3/6) malam. 

Tujuan acara ini digelar adalah sebagai strategi edukasi kreatif untuk mengampanyekan pentingnya gizi seimbang dan keamanan internet bagi generasi muda.

Mengusung tema besar "Membangun Generasi Emas Indonesia: Tubuh Sehat, Tangguh Berkarya dan Aman di Era Digital", acara ini memadukan unsur hiburan rakyat dengan sosialisasi kebijakan nasional secara langsung kepada masyarakat.

Direktur Komunikasi Publik Kemenkomdigi, Nunik Purwanti, mengungkapkan bahwa tantangan pola asuh anak di era modern telah bergeser secara drastis. Jika dahulu pengawasan terfokus di luar rumah, kini ancaman siber dapat masuk langsung ke dalam kamar anak melalui gawai yang terhubung internet.

Nunik menegaskan, pemerintah berkomitmen melindungi anak-anak tidak hanya dari aspek kesehatan fisik, tetapi juga mental di ruang siber. Hal ini diwujudkan melalui dukungan terhadap Program Makan Bergizi Gratis serta penerapan regulasi ketat.

"Kita bukan melarang anak menggunakan internet, bukan pula mengambil telepon genggam mereka. Yang kita lakukan adalah memastikan ruang digital menjadi tempat yang aman dan sehat bagi anak-anak kita," ujar Nunik.

Sebagai payung hukum, pemerintah telah menerbitkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 17 Tahun 2025 tentang Perlindungan Anak di Ruang Digital, atau yang akrab disebut PP Tunas. Lewat pagelaran wayang ini, substansi PP Tunas dikemas secara ringan agar lebih mudah dipahami oleh orang tua.

Bupati Brebes Paramitha Widya Kusuma melalui Wakil Bupati Brebes Wurja memberikan apresiasi tinggi kepada Kemenkomdigi. 

Menurutnya, penggunaan media tradisional seperti wayang golek membuat pesan-pesan pembangunan dan teknologi terasa lebih dekat dan membumi bagi warga Brebes.

Wurja juga mengingatkan bahwa kecukupan gizi adalah modal utama spiritual dan intelektual anak untuk menghadapi tantangan masa depan.

"Anak-anak kita tumbuh dengan gizi yang cukup karena dari tubuh yang sehat lahir semangat belajar, kreativitas, dan daya juang yang kuat," kata Wurja.

Selain menyoroti gizi dan internet, Wurja berpesan agar momentum menuju Generasi Emas 2045 ini juga dibarengi dengan penanaman karakter moral dasar sejak dini di lingkungan keluarga, seperti kejujuran, kerja keras, dan sikap antikorupsi.

Ketua Dewan Penasehat Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Brebes, KH. Subhan Ma'mun, memberikan pandangan dari sisi moral dan spiritual dalam membimbing anak di era modern.

KH. Subhan Ma'mun juga menyoroti urgensi keteladanan moral dan membentengi mental generasi muda dari dampak negatif paparan dunia maya.

Hadir dalam acara ini diantaranya, sejumlah pejabat Pemkab Brebes, seperti Kepala Dinkominfotik Brebes, Warsito Eko Putro, Kepala Badan Kesbangpol Brebes, Cecep Aji Suganda dan sejumlah pejabat Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lainnya, Camat Banjarharjo, Nanang Raharjo serta tamu undangan lainnya.


 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita