PanturaNews (Makkah) — Tim Pemandu Haji Daerah (TPHD) merilis pembaruan terkini mengenai kondisi kesehatan jemaah haji Kelompok Terbang (Kloter) 8 Embarkasi Solo (SOC 8).
Memasuki hari ke-14 di Makkah, dilaporkan satu jemaah yang sempat kritis kini kondisinya membaik, sementara dua jemaah lainnya masih harus menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit (RS) Arab Saudi.
Berdasarkan laporan medis dari Tanah Suci pada Sabtu (16/5/2026), jemaah atas nama Mubarokatul Adawiyah yang sempat dirawat selama sepekan di Klinik King Abdul Aziz, saat ini sudah diperbolehkan pulang ke hotel tempat penginapan kloter karena kondisinya yang terus menguat.
Namun, perhatian tim medis kini tertuju pada dua jemaah lain yang berada di RS Al Noor Specialist Hospital, Makkah. Jemaah bernama Siska tercatat masih harus dirawat intensif setelah lebih dari satu minggu berada di rumah sakit tersebut.
Sementara itu, jemaah bernama Masjuki dilaporkan baru saja dilarikan ke RS Al Noor pada Sabtu (16/5) dini hari sekitar pukul 01.10 WAS akibat mengalami gejala nyeri dada dan membutuhkan penanganan khusus penyakit jantung.
Petugas Kesehatan TPHD Kloter SOC 8, Supardi, menjelaskan bahwa selain jemaah yang dirawat di rumah sakit, beberapa jemaah di hotel juga mengeluhkan sakit ringan. Mayoritas keluhan dipicu oleh faktor kelelahan akut.
"Beberapa jemaah terdapat sakit ringan di hotel, terbanyak akibat kelelahan. Namun seluruhnya masih dapat diatasi dan ditangani secara mandiri oleh tim medis kloter," ujar Supardi dalam keterangan tertulisnya, Sabtu 16 Mei 2026.
Secara umum, dari total 358 jemaah dan petugas yang terdata di Kloter SOC 8, kondisi fisik mayoritas jemaah dinyatakan stabil. Komposisi kloter ini sendiri didominasi oleh 195 jemaah perempuan dan 163 laki-laki, dengan total jemaah lansia (usia di atas 60 tahun) mencapai 123 orang.
Menyikapi dinamika kesehatan ini, terutama dengan kondisi cuaca ekstrem Makkah yang menyentuh suhu 44 derajat Celsius dan berdebu, tim kesehatan dan petugas umum memperketat pengawasan.
Petugas TPHD Azmk Asmuni Majid, menambahkan, pihaknya terus berkolaborasi aktif dengan PPIH Kloter untuk melakukan visitasi berkala kamar ke kamar, mengontrol asupan konsumsi, serta membagikan paket rehidrasi.
"Edukasi gerakan minum air dan oralit terus kami galakkan guna meminimalisir risiko dehidrasi berbahaya, khususnya bagi jemaah lansia. Jemaah juga diimbau untuk sementara waktu mengalihkan aktivitas salat berjamaah di masjid hotel demi menjaga kebugaran fisik menjelang puncak haji di Armuzna," pungkasnya.