PanturaNews (Brebes) – Nama M. Idi Fitriyadi mungkin sudah tidak asing bagi dunia pendidikan di Kabupaten Brebes.
Pria yang dikenal tegas namun dekat dengan siswanya ini baru saja menutup lembaran panjang kariernya sebagai pendidik.
Namun, alih-alih beristirahat di masa tua, Idi justru memilih "turun gunung" ke ranah politik desa.
Senin (20/4/2026), Idi resmi menyandang gelar baru sebagai Kepala Desa Sisalam, Kecamatan Wanasari. Pelantikan yang dipimpin langsung oleh Bupati Brebes, Paramitha Widya Kusuma, di Pendopo Brebes itu menjadi saksi bisu transisi sang guru menjadi pemimpin rakyat.
Pensiun yang Hanya Berumur 24 Jam
Kisah pencalonan Idi tergolong unik dan fenomenal. Jika banyak orang menggunakan masa purnatugas untuk berlibur atau sekadar berkebun, Idi hanya menikmati masa "bebas" tugasnya selama satu hari.
Ia resmi pensiun sebagai ASN pada 1 Maret 2026. Esok harinya, 2 Maret 2026, ia langsung mendatangi balai desa untuk mendaftarkan diri dalam pemilihan antarwaktu (PAW).
"Awalnya saya tidak ada minat, tapi masyarakat terus mendorong. Katanya, pengalaman saya di birokrasi sekolah dibutuhkan untuk menata desa," ujar Idi.
Modal 28 Tahun Mengabdi
Bukan tanpa alasan warga Sisalam "memaksa" Idi maju. Rekam jejaknya sebagai ASN selama 28 tahun, dengan 17 tahun di antaranya sebagai kepala sekolah, menjadi jaminan kualitas. Ia dinilai sukses membawa SMP 2 Brebes menjadi salah satu sekolah yang disegani.
Selain mahir dalam urusan administrasi dan birokrasi, pria yang merupakan suami dari Eka Wihartati ini juga memiliki sisi lain sebagai seorang pengusaha.
Sejak 20 tahun lalu, ia telaten mengelola usaha peternakan sapi dan kambing. Hal ini membuatnya memiliki kedekatan emosional dengan denyut nadi ekonomi masyarakat pedesaan.
Membawa "Etos Kerja Guru" ke Balai Desa
Dalam visi kepemimpinannya, Idi ingin membawa disiplin sekolah ke dalam pelayanan desa. Diantaranya adalah reformasi pelayanan, dimana ia tidak ingin ada warga yang mengeluh soal pengurusan surat yang berbelit.
Selain itu, berupaya untuk tansparansi anggaran guna nenjamin setiap rupiah dana desa tersalurkan sesuai peruntukannya.
Bukan itu saja, Idi juga berkomitmen untuk selalu membuka ruang aspirasi bagi warga di sela-sela kesibukannya.
Bupati Brebes, Paramitha Widya Kusuma, memberikan apresiasi tinggi.
"Pak Idi ini contoh nyata bahwa dedikasi itu tidak mengenal kata pensiun. Pengalaman beliau memimpin sekolah selama belasan tahun akan sangat bermanfaat untuk menata tata kelola pemerintahan desa yang akuntabel," tutur Bupati.
Menatap Masa Depan
Meski masa jabatan PAW ini akan berakhir pada Agustus 2027, Idi tampaknya sudah memantapkan hati untuk terus mengabdi. Ia memberikan sinyal akan kembali mencalonkan diri jika masyarakat merasa puas dengan kinerjanya di masa transisi ini.
Bagi Idi Fitriyadi, kursi Kepala Desa bukanlah tentang kekuasaan, melainkan tentang bagaimana ilmu birokrasi yang ia pelajari puluhan tahun bisa dirasakan manfaatnya secara langsung oleh tetangga dan sanak saudaranya di Desa Sisalam.