PanturaNews (Semarang) – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi bersama Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen menggelar halalbihalal di Kantor Gubernur Jawa Tengah pada Rabu, 25 Maret 2026.
Agenda hari pertama kerja usai libur Idulfitri ini dikemas secara inklusif dengan melibatkan kelompok disabilitas dan anak panti asuhan.
Acara yang dimulai usai apel pagi tersebut dihadiri oleh jajaran Forkopimda, pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Direktur BUMD, serta kepala daerah dari 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah.
Ahmad Luthfi menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar open house atau tradisi tahunan, melainkan momentum strategis untuk menyelaraskan persepsi antar-pemerintah daerah.
“Kita lakukan halalbihalal untuk menyamakan persepsi, bersilaturahmi, dan membangun semangat meningkatkan pelayanan di 35 kabupaten/kota,” ujar Luthfi.
Ia berharap silaturahmi ini memperkuat kolaborasi lintas wilayah guna mengoptimalkan pelayanan publik.
Nuansa berbeda tampak pada kehadiran perwakilan kelompok rentan.
Ketua Himpunan Masyarakat Inklusif Kota Semarang, Yayuk, mengapresiasi langkah Pemerintah Provinsi Jawa Tengah yang memberikan ruang bagi penyandang disabilitas dalam agenda resmi tersebut.
"Komunitas kami saat ini mewadahi 31 organisasi disabilitas di Kota Semarang. Kami berharap ruang bagi kami untuk berkarya semakin terbuka luas ke depannya," kata Yayuk.
Senada dengan Yayuk, perwakilan Panti Pelayanan Sosial Anak Woro Wiloso Salatiga, Yuliani, mengaku baru pertama kali diundang secara langsung oleh gubernur untuk mengikuti perayaan di kantor pusat pemerintahan provinsi tersebut.