PanturaNews (Tegal) - Untuk meningkatkan usaha warga, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Republik Indonesia melaksanakan Grand Launching Bantuan Program Zmart, di Pendopo Ki Gede Sebayu, Balai Kota Tegal, Rabu 25 Februari 2026.
Sebanyak 50 mustahik dari Kota Tegal mendapatkan bantuan tersebut. Selain itu diberikan pula untuk mustahik dari Kabupaten Brebes dan Kabupaten Pemalang.
Selain Kota Tegal, juga disalurkan Zmart untuk mustahik di Kabupaten Brebes dan Kabupaten Pemalang. Program bantuan ZMart, menyasar ibu-ibu pemilik warung kelontong, dengan tujuan agar usahanya semakin meningkat.
Acara launching dihadiri Wali Kota Tegal, Wakil Wali Kota Tegal, Ketua BAZNAS RI, Pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Ketua BAZNAS Provinsi Jawa Tengah, Ketua BAZNAS Kota Tegal, Kabupaten Brebes dan Kabupaten Pemalang. Turut hadir pula Forkopimda Kota Tegal, Kepala OPD di lingkungan Pemerintah Kota Tegal, para mustahik dan unsur terkait.
Ketua BAZNAS Kota Tegal KH Harun Abdi Manap mengatakan, suatu kebanggaan Kota Tegal menjadi tempat berlangsungnya peluncuran bantuan program ZMart.
Pihaknya juga menyampaikan ucapan terimakasih kepada BAZNAS RI melalui bantuan ZMart-nya, karena telah tersalurkan kepada para mustahik dan sudah disupervisi oleh tim dari BAZNAS RI. Pada tahun ini saja, Kota Tegal akan menambah sebanyak 27 ZMart. Selain itu, KH Harun juga berharap di setiap Kelurahan ada 5 Zmart.
Menurutnya, jumlah peminat ZMart di Kota Tegal mencapai ratusan namun harus melalui seleksi ketat, salah satunya usia maksimal mustahik adalah 45 tahun.
Pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan, MA mengatakan, Kota Tegal, Pemalang dan Brebes mendapatkan bantuan ZMart. Yakni program BAZNAS RI untuk mengentaskan kemiskinan.
Masing-masing daerah yakni Tegal, Brebes dan Pemalang mendapatkan jatah sebanyak 50 mustahik yang menerima ZMart. Dengan demikian, total seluruhnya saat ini, di seluruh Indonesia ada sebanyak 4.755 Zmart tersebar di 99 Kabupaten/ Kota di 34 Provinsi.
"Ini merupakan gerakan untuk memerdekakan diri dari kelas mustahik untuk meningkat statusnya kelak menjadi muzakki," ujar Saidah.
ZMart menjadi penting, karena BAZNAS menginginkan keluarga-keluarga di Indonesia memiliki ketahanan pengelolaan ekonomi keluarga.
Ketua BAZNAS Provinsi Jawa Tengah Dr. KH. Ahmad Darodji, M.Si mengungkapkan, adanya bantuan ZMart ini untuk semakin memeratakan bantuan yang disalurkan kepada para mustahik. Bantuan yang beragam dari BAZNAS, seperti bantuan gerobak, dan bantuan usaha lainnya bukan untuk saling mematikan usaha, tetapi memeratakan kesejahteraan para mustahik.
Wali Kota Tegal Dedy Yon Supriyono dalam sambutannya mengatakan, ZMart adalah program pemberdayaan ekonomi dari BAZNAS yang mendukung warung kelontong mikro milik mustahik. Program bantuan ini difokuskan pada modernisasi warung tradisional melalui bantuan modal, renovasi, pelatihan, dan pendampingan usaha.
"Tujuan utama program ini ialah meningkatkan pendapatan pedagang kecil, memperkuat daya saing usaha mikro, serta menjadikan zakat sebagai instrumen produktif yang berkelanjutan. Bantuan yang diberikan mencakup modal, peralatan, voucher belanja, renovasi, dan dukungan branding," ujar Dedy Yon.
Menurutnya, dari bantuan ZMart ini diharapkan adanya peningkatan omzet warung mustahik dan transformasi sosial, dari penerima zakat menjadi muzakki.
"Saya harap para penerima manfaat dapat menjaga amanah ini dengan sungguh-sungguh, mengelola usaha secara disiplin dan profesional, serta terus belajar meningkatkan kualitas layanan," imbuhnya.
Ketua Badan Amil Zakat Nasional Republik Indonesia (BAZNAS RI), Prof. Dr. KH. Noor Achmad, M.A mengatakan ZMart merupakan program bantuan kepada para mustahik khususnya ibu-ibu yang memiliki warung kecil, untuk dibantu dalam hal permodalan, perlengkapannya dan tampilan tempatnya agar menarik konsumen.
Meskipun jumlah ZMart sudah banyak, Noor Achmad menjamin tidak akan terjadi persaingan usaha. Bahkan pihaknya menampik bahwa adanya ZMart akan menjadi pesaing Koperasi Merah Putih, dan mart lainnya. Tetapi keberagaman ini harus bisa bersama-sama menjadi tempat usaha.
"Jangan disalahartikan bahwa dengan adanya ZMart justru akan menjadi pesaing Koperasi Merah Putih dan mart lainnya. Tetapi semuanya harus berjalan bersama, dan bukan saling mematikan," ucapnya.
Pihaknya juga akan menerjunkan tim BAZNAS untuk mendampingi dan memantau manajemen pengelolaan warung tersebut.
Sehingga, harapannya para mustahik ini akan semakin sejahtera dan meningkat perekonomiannya serta naik statusnya menjadi muzaki.
Selain bantuan ZMart, BAZNAS RI juga akan mendukung usulan adanya ZCorner di kawasan City Walk Kota Tegal dan ZMart yang harus ada di tingkat RW.