Sabtu, 14/02/2026, 23:30:18
Langkah awal Realisasi Inovasi "Rocket Stuff" Dengan “Nguri-uri” Budaya Sowan Untuk Merajut Harmoni
OLEH: TIM KELOMPOK 12 KKN MAHASISWA UPB
.

Penghormatan dengan Tokoh serta Masyarakat

INOVASI teknologi sering kali dianggap sebagai sesuatu yang kaku dan mekanis. Bagi tim mahasiswa KKN (Kuliah Kerja Nyata) Kelompok 12 Universitas Peradaban Bumiayu (UPB) Kabupaten Brebes di Desa Pagojengan, teknologi justru harus berasal dari kebudayaan.

Sebagai langkah awal untuk merealisasikan proyek ramah lingkungan "Rocket Stuff", para mahasiswa memilih untuk memulai dari teras-teras rumah para sesepuh, melalui tradisi Sowan.

Para mahasiswa memulai membuat Rocket Stuff dengan meminta restu kepada Bapak Ketua RW 02 Desa Pagojengan, Kecamatan Paguyangan, Kabupaten Brebes, yang kemudian dilanjutkan ke ketua RT dan masyarkat.

Di dalam pembahasan, Ketua RW 02 Desa Pagojengan sedang menggencarkan gerakan kebersihan lingkungan. Hal ini sejalan dengan misi para mahasiswa KKN Desa Pagojengan, dengan akan dibuatnya tempat pembakaran sampah minim asap “Rocket Stuff”.

“Kalau saya sangat mendukung dengan kegiatan kalian, apalagi dari desa dan kami juga sedang menggencarkan tentang permasalahan kebersihan. InsyaAllah saya turut membantu,” ujar Ketua RW 02 Desa Pagojengan, Ramlan.

Langkah ini diambil dengan alasan nilai-nilai penghormatan kepada yang lebih tua, adalah pondasi sosial yang tidak tergoyahkan. Dengan melakukan sowan, mahasiswa KKN UPB berupaya melakukan integrasi budaya guna memastikan, bahwa kehadiran teknologi baru dapat diterima secara “legowo” (lapang dada) oleh masyarakat.

“Sowan” dalam budaya Jawa bermakna menghadap kepada orang yang dihormati atau dituakan. Dalam konteks realisasi "Rocket Stuff", sowan menjadi proses penting untuk memohon restu (ngalap berkah) sekaligus sarana sosialisasi awal pengenalan Rocket Stuff (Tempat Pembakaran Sampah Minim Asap).

Realisasi inovasi pengolahan sampah yang pertama dengan melakukan kunjungan ke para pemangku kepentingan dan tokoh kunci. Dialog yang dibangun bukanlah presentasi satu arah tentang kehebatan teknologi, melainkan diskusi tentang bagaimana pemanfaatan Rocket Stuff dapat menjadi manfaat bagi bersama.

Dengan melalui restu dari para tokoh, inovasi ini mendapatkan "legalitas sosial" yang jauh lebih kuat daripada sekadar izin administratif. Realisasi Rocket Stuff membuktikan bahwa kemajuan zaman tidak harus mengalahkan tradisi.

Banyak cara untuk tetap memegang teguh nilai-nilai luhur seperti Sowan, yang akhirnya sebuag inovasi tidak akan menjadi sesuatu yang asing dan menakutkan, melainkan menjadi bagian dari solusi yang harmonis.

Menghormati budaya sambil membangun masa depan, adalah kunci agar teknologi memiliki "jiwa" dan diterima dengan tangan terbuka.

Tim Kelompok 12 KKN Mahasiswa UPB, Kabupaten Brebes, di Desa Pagojengan, Kecamatan Paguyangan, Kabupaten Brebes:

Khoerul Fuadhi (Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Prodi PGSD), Seli Fitriani (Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Prodi PGSD), Nabilla Defira Putri Maisaan (Fakultas Sains dan Teknologi, Prodi Farmasi).

Risma Nur Qolfiah (Fakultas Sains dan Teknologi, Prodi Farmasi), Retno Mulyani (Fakultas Sains dan Teknologi, Prodi Teknik Informatika). Endah Khoerunisa ((Fakultas Sains dan Teknologi, Prodi Teknik Informatika), Naufal Muhammad Husen (Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Prodi Manajemen).

Nadya Qonita Rahma (Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Prodi Manajemen), M. Hanki Alhan (Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, Prodi  Ilmu Komunikasi), Isma Nur Fitriani (Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Prodi PBIN).

Tulisan dalam Kolom Opini ini adalah kiriman dari masyarakat. Segala tulisan bukan tanggung jawab Redaksi PanturaNews, tapi tanggung jawab penulisnya.

 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita