Sabtu, 14/02/2026, 23:17:57
Mengolah Ampas Kopi dan Teh Menjadi Pupuk Organik Pengusir Hama Ramah Lingkungan
OLEH: M. HANKI ALHAN
.

DI kehidupan sehari-hari tiingkat imbah yang dihasilkan masyarakat terus mengalami peningkatan, baik dari aktivitas rumah tangga maupun kegiatan industri. Hal ini disebabkan oleh pertumbuhan populasi dan pola konsumsi yang semakin tidak terkendali, volume sampah yang dihasilkan masyarakat terus meningkat.

Kopi ataupun teh merupakan minuman yang tidak boleh terlewat oleh para bapak-bapak saat pagi hari, dengan kondisi sendiri maupun sedang berkumpul pada suatu acara, dan salah satu jenis limbah yang sering luput dari perhatian adalah limbah organik hasil dari sisa olahan makanan dan minuman, termasuk kopi dan teh. Terlihat sepele dan dianggap tidak bernilai.

Ampas kopi dan teh merupakan jenis limbah organik yang melimpah dan sering dihasilkan dari aktivitas rumah tangga serta industri makanan dan minuman. Sayangnya, limbah ini sering dibuang begitu saja tanpa dimanfaatkan secara optimal, namun siapa sangka limbah ini memiliki berbagai manfaat sebagai pupuk organic.

Ampas kopi memiliki banyak manfaat bagi tumbuhan, terutama dapat meningkatkan asupan tanaman untuk mendapatkan asupan  nitrogen, fosfor, dan kalium (NPK) yang diperlukan, sehingga dapat menyuburkan tanah.

Ampas kopi mengandung mineral, karbohidrat, dan membantu terlepasnya nitrogen  sebagai nutrisi tanaman, ampas kopi bersifat asam, sehingga dapat menurunkan pH tanah. Dalam bidang ekonomi, sudah melakukan upaya yang telah dilakukan untuk memanfaatkan ampas kopi sebagai bahan baku yang dapat digunakan dalam berbagai industri, seperti makanan, kosmetik, farmasi, perbaikan tanah, komposit hijau, biofuel, biosorben, dan pakan ternak (Asipah Pauziah, 2025)

Proses pembuatan pupuk organik dari limbah ampas kopi dan teh, yang kaya akan nutrisi seperti nitrogen, fosfor, dan kalium, dilakukan dengan cara fermentasi. Waktu fermentasi yang butuhkan juga cukup singkat, hanya 7 hari sudah memberikan hasil  yang cukup baik.

Kedua bahan ini juga mengandung bahan organik dan senyawa bioaktif yang mudah terurai secara alami. Fermentasi dilakukan secara anaerob tanpa menggunakan aktivator mikroba luar, menggunakan mikroorganisme alami pada bahan organik. Pilihan ampas kopi dan teh bergantung pada kandungan nutrisinya, yang dapat membantu proses dekomposisi alami dan meningkatkan kualitas pupuk yang dihasilkan. Selama proses fermentasi, mikroba alami menguraikan bahan organik menjadi senyawa yang lebih sederhana seperti asam organik dan humus. Saat pupukditambahkan ke tanah, ini membantu pertumbuhan tanaman (Asipah Pauziah, 2025)

Ampas  kopi diketahui mengandung sekitar 2,28% nitrogen (N), 0,06% fosfor (P), dan 0,6% kalium (K).  Ampas kopi juga dapat digunakan sebagai pengusir hama yang biasanya memakan tanaman, seperti siput, ulat dengan cara yang mudah, hanya bekas ampas kopi di bersihkan dengan air keran kemudian dijemur sampai kering. Cara penggunaannyapun sangat singkat, cukup tabur ampas kopi di sekitar tanaman hingga menutipi semua bagian.

Banyak sekali cara dan metode untuk memanfaatkan limbah kopi dan teh sebagai pupuk organik dengan cara yang mudah dan tidak memerlukan peralatan khusus dan menjadi Solusi untuk mengurangi limbah rumah tangga serta dapat digunakan untuk menyuburkan tanaman.

Tulisan dalam Kolom Opini ini adalah kiriman dari masyarakat. Segala tulisan bukan tanggung jawab Redaksi PanturaNews, tapi tanggung jawab penulisnya.

 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita