Sabtu, 14/02/2026, 02:45:38
Ketua DPRD Sayangkan, Kegiatan Tari Geol Digelar Hampir Bersamaan dengan Acara Partai
Kirab Budaya
LAPORAN JOHARI

Ketua DPRD Kota Tegal, Kusnendro

PanturaNews (Tegal) - Menuai polemik, rencana Pemerintah Kota (Pemkot) Tegal menggelar Tari Geol di Kawasan Alun-alun Kota Tegal pada Minggu, 15 Februari 2026 lusa. Pasalnya, di Jalan Pancasila juga akan di Gelar Kirab Budaya dari Partai PSI, dengan finish di alun-alun.

Ketua DPRD Kota Tegal Kusnendro mengatakan pihaknya telah mengkonfirmasi ke Ketua Panitia Penyelenggara. Memang, pada Minggu, 15 Februari 2026, di sekitar Pendopo Ki Gede Sebayu dan Jalan Pancasila, akan diselenggarakan kegiatan senam bersama dengan tema 'Geol Mempesona, Tegal Mendunia'.

Karena waktu dan tempat hampir bersamaan, Kusnendro mempertanyakan netralitas Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam agenda tersebut.

"Jadi menurut Pemkot, tari geol itu digelar untuk menyambut bulan suci Ramadan," kata Kusnendro, Jumat, 13 Februari 2026 sore.

Namun, di saat yang bersamaan, ada kegiatan Kirab Budaya yang diselenggarakan oleh DPD Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kota Tegal. Itulah yang menjadi pertanyaan, kenapa acaranya dilaksanakan bersamaan.

"Kenapa sih acaranya berbarengan dan di lokasi yang berdekatan. Sehingga, hal itu memunculkan indikasi, keterlibatan Pemkot Tegal dalam hal kegiatan partai politik,” ujarnya.

Menurut Kusnendro, Tari Geol diikuti oleh masyarakat, yang melibatkan organ-organ dari Pemkot. Mulai dari beberapa OPD dan kemudian OPD yang punya garis massa ke bawah juga mereka dilibatkan.

“Seperti, kecamatan diminta mengundang lurah, nanti lurah diperintahkan untuk masing-masing RW mengerahkan 10 orang. Termasuk juga dari PKK, Gabungan organisasi wanita atau GOW, Posyandu dan lain-lain, yang semuanya dikerahkan untuk keterlibatan dalam tari geol,” terangnya.

Adanya kegiatan Pemkot, yang tempatnya berhimpitan dan bersamaan dengan agenda Parpol itulah yang membuat pihaknya mempertanyakan hal tersebut. Menurutya, apakah tidak ada hari lain, selain hari itu.

"Harusnya salah satu mengalah, jika memang tidak ada indikasi apa-apa. Tetapi kalau ada indikasi, ya berarti memang disinyalir kegiatan itu didukung Pemkot Tegal. Biasanya kan kalau ada event di Jalan Pancasila, maka event yang lain akan ditunda atau diundur.,” kata Kusnendro. 

Selain itu, imbuh Kusnendro, tema kedua kegiatan juga hampir sama. Di mana kegiatan Pemkot berupa Tari Geol yang juga merupakan bagian dari budaya, sementara di sisi lain ada kegiatan Kirab Budaya yang digelar oleh Parpol.

"Di satu sisi ada kegiatan Tari Geol yang menggambarkan kesemangatan warga Kota Tegal, dengan mereka mengenakan pakaian, pakaian adat Indonesia. Di sisi lain, PSI ini temanya adalah Kirab Budaya,” jelasnya. 

Kusnendro menambahkan, sah-sah saja, Pemekot memfasilitasi kegiatan Parpol yang sah. Namun, hendaknya pelaksanaannya tidak berbarengan apalagi tempatnya berdekatan, karena akan memunculkan spekulasi negatif.

"Kirab Budaya sesuai dengan pamflet yang beredar, alurnya dari Jalan Pancasila memutar sampai ke Alun-alun Tegal. Di mana, lokasi itu juga adalah lokasi untuk pelaksanaan tari geol," tandasnya. 

Terkait itu, kata Kusnendro, pihaknya akan mengundang Pemkot Tegal untuk dimintai penjelasan terkait persoalan itu. Itu, dilakukan sebagai bentuk pengawasan pelaksanaan kegiatan pemerintahan ini agar netralitas dari Pemkot Tegal harus tetap dijaga.

“Apalagi situasi semacam ini akhirnya menimbulkan pertanyaan di masyarakat. Karena terus terang, kami yang di DPRD banyak mendapat pertanyaan-pertanyaan dari warga. Kenapa sih, kok ada Taro Geol dan kegiatan PSI yang berbarengan, apalagi lokasinya sama,” pungkasnya.


 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita