Selasa, 03/02/2026, 15:27:33
Merawat Tradisi, Menguatkan Kebersamaan: Yasinan Nisfu Syaban di Pojok Kehidupan Warga Pagojengan
OLEH: TIM KELOMPOK 12 KKN MAHASISWA UPB
.

...menumbuhkan rasa saling memiliki, serta menjaga keharmonisan sosial di tengah masyarakat...

MALAM Nisfu Sya’ban selalu menjadi momen istimewa bagi umat Islam untuk memperbanyak doa dan refleksi diri. Di tengah kesibukan dan arus kehidupan modern, masyarakat Desa Pagojengan tetap menjaga tradisi religius dengan melaksanakan yasinan bersama di masjid, sebuah kegiatan yang sarat makna spiritual dan sosial.

Pelaksanaan yasinan ini diikuti oleh berbagai lapisan masyarakat, mulai dari orang tua, pemuda, hingga anak-anak.

Suasana masjid dipenuhi lantunan ayat suci Al-Qur’an yang dibaca secara khidmat, mencerminkan semangat kebersamaan dan kekompakan warga dalam menyambut malam yang diyakini sebagai salah satu waktu mustajab untuk berdoa.

Menariknya, kegiatan ini juga diikuti oleh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 12 Universitas Peradaban (UPB) Bumiayu, Kabupaten Brebes yang tengah melaksanakan pengabdian di Desa Pagojengan.

Kehadiran mahasiswa KKN ini bukan hanya sebagai tamu, tetapi sebagai bagian dari masyarakat yang turut berbaur, dan mengikuti rangkaian kegiatan keagamaan bersama warga.

Partisipasi mahasiswa KKN UPB dalam yasinan malam Nisfu Sya’ban, menunjukkan pentingnya peran mahasiswa dalam menjaga nilai-nilai sosial dan keagamaan di lingkungan masyarakat.

Keterlibatan ini menjadi bentuk nyata bahwa KKN tidak hanya berfokus pada program kerja formal, tetapi juga pada upaya membangun hubungan emosional dan spiritual dengan masyarakat setempat.

Secara opini, kegiatan yasinan bersama ini memiliki makna lebih dari sekadar ritual keagamaan. Tradisi ini menjadi sarana mempererat silaturahmi, menumbuhkan rasa saling memiliki, serta menjaga keharmonisan sosial di tengah masyarakat. Kehadiran mahasiswa KKN UPB turut memperkaya interaksi antar generasi dan memperkuat nilai gotong royong.

Melalui kegiatan sederhana namun penuh makna ini, masyarakat Pagojengan menunjukkan bahwa tradisi keagamaan masih relevan dan penting untuk terus dilestarikan.

Sementara itu, mahasiswa KKN UPB belajar secara langsung tentang nilai kebersamaan, toleransi, dan kehidupan bermasyarakat yang sesungguhnya.

Pada akhirnya, yasinan malam Nisfu Sya’ban bukan hanya tentang doa yang dipanjatkan, tetapi juga tentang menyatukan hati, memperkuat kebersamaan, dan membangun ikatan antara mahasiswa dan masyarakat dalam satu ruang spiritual yang sama.

Tim Kelompok 12 KKN Mahasiswa UPB, Kabupaten Brebes, di Desa Pagojengan, Kecamatan Paguyangan, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah:

Khoerul Fuadhi (Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Prodi PGSD), Seli Fitriani (Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Prodi PGSD), Nabilla Defira Putri Maisaan (Fakultas Sains dan Teknologi, Prodi Farmasi).

Risma Nur Qolfiah (Fakultas Sains dan Teknologi, Prodi Farmasi), Retno Mulyani (Fakultas Sains dan Teknologi, Prodi Teknik Informatika). Endah Khoerunisa ((Fakultas Sains dan Teknologi, Prodi Teknik Informatika), Naufal Muhammad Husen (Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Prodi Manajemen).

Nadya Qonita Rahma (Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Prodi Manajemen), M. Hanki Alhan (Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, Prodi  Ilmu Komunikasi), Isma Nur Fitriani (Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Prodi PBIN).

Tulisan dalam Kolom Opini ini adalah kiriman dari masyarakat. Segala tulisan bukan tanggung jawab Redaksi PanturaNews, tapi tanggung jawab penulisnya.

 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita