PanturaNews (Brebes) – Pemerintah Kabupaten Brebes terus menunjukkan komitmen serius dalam memajukan sektor pendidikan.
Melalui program unggulan GAS ROLAS (Gerakan Anak Sekolah 12 Tahun), sebanyak 628 anak yang sebelumnya putus sekolah kini telah resmi kembali ke bangku pendidikan pada tahun ajaran 2025.
Bupati Brebes, Paramitha Widya Kusuma, mengatakan bahwa keberhasilan membawa kembali ratusan anak ke sekolah merupakan prioritas utama dalam meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di wilayahnya.
"Pendidikan adalah fondasi utama. Melalui GAS ROLAS, kita memastikan 628 anak ini kembali memiliki kesempatan untuk meraih masa depan. Saya tidak ingin ada anak di Brebes yang berhenti bermimpi hanya karena kendala ekonomi," ujar Paramitha, Selasa 3 Februari 2026.
Bupati menginstruksikan jajaran Dikpora untuk terus melakukan validasi data di lapangan agar tidak ada anak usia sekolah yang luput dari perhatian pemerintah.
Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Kabupaten Brebes, Sutaryono, menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan penyisiran intensif ( sweeping ) di tingkat desa untuk menjangkau anak-anak yang putus sekolah.
"Sebanyak 628 anak yang terdata ini sudah kami pastikan kembali ke sekolah masing-masing, baik di jalur formal maupun kesetaraan. Fokus kami adalah memastikan mereka tidak hanya masuk sekolah, tetapi bertahan hingga lulus 12 tahun," jelas Sutaryono.
Sutaryono menambahkan bahwa tim Dikpora terus melakukan pendampingan dan validasi data secara berkala untuk meminimalkan angka dropout baru.
Menurutnya, bahwa keberhasilan program ini sangat bergantung pada kolaborasi antara pemerintah desa dan masyarakat.
"Kami instruksikan seluruh jajaran di bawah untuk proaktif. Jika ada kendala di lapangan, segera tangani agar anak-anak kita tetap bisa belajar dengan nyaman dan fokus," pungkasnya.
Dengan bergulirnya program ini, Pemerintah Kabupaten Brebes optimis Indeks Pembangunan Manusia (IPM) sektor pendidikan akan terus mengalami peningkatan signifikan dalam beberapa tahun mendatang.