BANYAK remaja menjadi korban pelecehan seksual bukan karena kelalaian, melainkan karena kurangnya edukasi tentang cara melindungi diri. Fenomena pelecehan seksual pada usia remaja masih menjadi isu serius di Indonesia.
Kurangnya pemahaman mengenai batasan tubuh, relasi sosial yang sehat, serta keberanian untuk melapor membuat banyak kasus tidak terungkap.
Melihat kondisi tersebut, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 12 Universitas Peradaban (UPB) Bumiayu, Kabupaten Brebes. mengambil langkah nyata dengan mengadakan program sosialisasi pencegahan pelecehan seksual kepada siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Paguyangan, Kabupaten Brebes.
Program kerja ini bukan sekadar penyampaian materi, melainkan upaya edukatif yang dirancang sesuai dengan usia remaja. Mahasiswa KKN UPB memberikan pemahaman tentang apa itu pelecehan seksual, bentuk-bentuknya, serta cara menjaga diri dan bersikap lebih waspada dalam kehidupan sehari-hari. Bahasa yang digunakan dibuat sederhana dan komunikatif agar mudah dipahami oleh siswa.
Remaja kelas VIII berada pada fase transisi yang rentan. Rasa ingin tahu yang tinggi, penggunaan media sosial yang masif, serta perubahan emosional membuat mereka perlu dibekali pengetahuan yang tepat. Melalui sosialisasi ini, siswa diajak mengenali batasan tubuh pribadi, memahami pentingnya rasa aman, serta berani menolak dan melapor jika menghadapi situasi yang tidak nyaman.
Kegiatan ini juga membuka ruang diskusi dua arah. Siswa diberi kesempatan untuk bertanya dan menyampaikan pandangan mereka, sehingga edukasi tidak terasa menggurui. Pendekatan seperti ini dinilai efektif karena remaja cenderung lebih terbuka ketika diajak berdialog, bukan hanya diberi nasihat satu arah.
Secara opini, program kerja KKN UPB ini patut diapresiasi dan dijadikan contoh. Edukasi pencegahan pelecehan seksual seharusnya dimulai sejak dini dan melibatkan berbagai pihak, termasuk mahasiswa sebagai agen perubahan di masyarakat. Sekolah tidak bisa berjalan sendiri dalam menghadapi isu ini, sehingga kolaborasi dengan perguruan tinggi menjadi langkah strategis.
Melalui kegiatan ini, diharapkan siswa SMP tidak hanya memahami bahaya pelecehan seksual, tetapi juga tumbuh menjadi individu yang lebih sadar, berani menjaga diri, dan saling menghormati. Upaya kecil seperti sosialisasi ini dapat menjadi langkah besar dalam menciptakan lingkungan yang aman bagi generasi muda.
Karena pada akhirnya, melindungi remaja bukan hanya tentang mencegah kejadian buruk, tetapi membekali mereka dengan pengetahuan untuk menjaga masa depan mereka sendiri.
Tim Kelompok 12 KKN Mahasiswa UPB, Kabupaten Brebes, di Desa Pagojengan, Kecamatan Paguyangan, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah:
Khoerul Fuadhi (Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Prodi PGSD), Seli Fitriani (Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Prodi PGSD), Nabilla Defira Putri Maisaan (Fakultas Sains dan Teknologi, Prodi Farmasi).
Risma Nur Qolfiah (Fakultas Sains dan Teknologi, Prodi Farmasi), Retno Mulyani (Fakultas Sains dan Teknologi, Prodi Teknik Informatika). Endah Khoerunisa ((Fakultas Sains dan Teknologi, Prodi Teknik Informatika), Naufal Muhammad Husen (Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Prodi Manajemen).
Nadya Qonita Rahma (Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Prodi Manajemen), M. Hanki Alhan (Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, Prodi Ilmu Komunikasi), Isma Nur Fitriani (Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Prodi PBIN).