Sabtu, 31/01/2026, 22:45:01
Tak Main-Main, Jokowi Beri Deadline Struktur PSI Hingga RT/RW, Sanggup?
.
LAPORAN TIM PANTURANEWS

Jokowi memberikan pengarahan di rakernas PSI 2026 di Kota Makassar. (Foto: dok. YouTube PSI)

PanturaNews – Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, melempar tantangan berat bagi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dalam pembukaan Rakernas I di Makassar, Kamis. 

Tidak tanggung-tanggung, Jokowi memberikan tenggat waktu (deadline) ketat bagi partai yang kini dipimpin putra bungsunya, Kaesang Pangarep, untuk merampungkan struktur organisasi hingga unit terkecil: RT dan RW.

“Saya sampaikan PSI harus menyelesaikan struktur partainya sampai ke tingkat desa, RT/RW akhir tahun ini,” ujar Jokowi tegas saat ditemui awak media usai memberikan pengarahan tertutup.

Tantangan ini muncul bukan tanpa alasan. Jokowi menilai, jika PSI serius ingin menembus Senayan pada Pemilu 2029, partai ini tidak bisa lagi hanya mengandalkan popularitas di media sosial atau pengurus di tingkat kota saja. 

Menurutnya, politik Indonesia adalah permainan "akar rumput".

Mesin Besar untuk Target Besar

Dalam pidatonya, Jokowi menekankan bahwa kekuatan politik yang nyata terletak pada struktur yang "hidup" dan hadir di tengah masyarakat desa. Ia mengibaratkan partai sebagai sebuah mesin; semakin besar targetnya, semakin besar pula mesin yang dibutuhkan.

"Negara ini perlu partai yang baik, perlu politik kebaikan. Tapi untuk itu, kita butuh kader yang bekerja keras. Saya pun akan bekerja keras untuk PSI," kata Jokowi, yang juga menyatakan kesiapannya untuk "turun gunung" ke kecamatan-kecamatan jika diperlukan.

Sistem "Auto-Copot" Kaesang

Menanggapi instruksi sang ayah, Ketua Umum PSI Kaesang Pangarep langsung memasang kuda-kuda. Ia tak memberikan ruang bagi pengurus yang hanya sekadar "menempel nama". Sebuah aplikasi pemantau kinerja telah disiapkan untuk mengukur progres pembentukan struktur di setiap daerah.

Ancaman Kaesang pun tidak main-main. Ia memberlakukan sistem gugur yang dikelola oleh teknologi, bukan berdasarkan selera pribadi.

"Ada indikatornya terlihat. Jika tidak mencapai target perampungan struktur, tiga bulan dicopot. Bukan saya yang mencopot, tapi sistem," tegas Kaesang di hadapan ratusan kader.

Kini, bola panas ada di tangan para pengurus daerah. Dengan waktu yang menyusut hingga akhir tahun, mampukah partai yang identik dengan anak muda ini bertransformasi menjadi mesin politik raksasa hingga ke gang-gang sempit RT/RW? Ataukah target ambisius ini justru akan memakan korban di internal pengurus sendiri?


 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita