PanturaNews (Brebes) – Komitmen pasangan Bupati dan Wakil Bupati Brebes, Paramitha Widya Kusuma dan Wurja, dalam membenahi infrastruktur di wilayahnya mulai membuahkan hasil nyata.
Dalam kurun waktu hampir satu tahun menjabat, duet kepemimpinan ini sukses merealisasikan perbaikan jalan sepanjang 177 kilometer dan 58 titik jembatan yang tersebar di Kabupaten Brebes.
Sejak dilantik pada 20 Februari 2025, pasangan yang mengusung slogan "Brebes Beres" ini langsung melakukan akselerasi di sektor pekerjaan umum.
Infrastruktur jalan menjadi skala prioritas utama karena fungsinya sebagai tulang punggung ekonomi, pendidikan, dan akses kesehatan masyarakat.
"Masalah jalan rusak harus segera diberesi. Ini adalah komitmen kami sejak awal. Infrastruktur yang mantap sangat dibutuhkan warga agar kegiatan ekonomi dan pendidikan tidak terhambat," tegas Bupati Brebes yang akrab disapa Mitha, Rabu (28/1/2026).
Berdasarkan data Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Brebes, total panjang jalan kabupaten mencapai 1.210 km yang terbagi dalam 521 ruas. Saat ini, tingkat kemantapan jalan telah mencapai 63,19 persen.
Menariknya, pencapaian di tahun 2025 ini dilakukan dengan anggaran sebesar Rp 175 miliar, jauh lebih efisien dibandingkan anggaran tahun 2024 yang mencapai Rp 237 miliar.
Kepala DPU Brebes, Dani Asmoro, menjelaskan bahwa penurunan nilai anggaran ini merupakan dampak dari kebijakan efisiensi yang ketat. "Meskipun anggaran menurun, kami memaksimalkan kualitas dan ketepatan sasaran. Memang belum mencakup keseluruhan jalan karena keterbatasan dana, namun progresnya sangat signifikan," jelas Dani di kantornya.
Pemerintah Kabupaten Brebes memastikan bahwa pembangunan tidak akan berhenti di sini. Pada tahun 2026, Dinas PU akan kembali memprioritaskan ruas-ruas jalan rusak yang belum sempat tersentuh pada tahun sebelumnya.
"Kami akan terus melanjutkan program ini sampai jalan-jalan di Brebes seluruhnya masuk kategori mantap. Ini demi mewujudkan Brebes yang lebih sejahtera sesuai visi Brebes Beres," ujar Dani.
Keberhasilan perbaikan ini dirasakan langsung oleh warga di titik-titik yang sebelumnya dikenal sebagai jalur tengkorak atau jalur terisolasi. Beberapa ruas utama yang kini telah mulus antara lain:
1. Ruas Pamedaran (Ketanggungan) – Kertasari (Banjarharjo)
2. Ruas Tanjung – Kersana
3. Ruas Klampok – Sawojajar
Yanto (45), seorang pedagang asal Desa Pamedaran, mengaku sangat terbantu dengan kondisi jalan saat ini.
"Sekarang kalau mau antar dagangan jauh lebih enak karena jalan sudah bagus dan betonnya tebal. Dulu kalau lewat sini harus ekstra hati-hati," tuturnya.
Senada dengan Yanto, Sutrisna (43) warga Kertasari, merasa lebih tenang saat melintas. Sebelumnya, ruas Pamedaran-Kertasari didominasi tanah yang sangat licin dan rawan kecelakaan saat musim hujan.
"Sekarang sudah tidak becek lagi, aktivitas jadi lancar," katanya.