Senin, 26/01/2026, 22:52:29
Belajar dari Desa: Saat Mahasiswa KKN UPB Menemukan Makna Pendidikan di SD dan SMP Paguyangan
OLEH: TIM KELOMPOK 12 KKN MAHASISWA UPB
.

PAGI itu, suara bel sekolah di Paguyangan tak hanya memanggil para siswa untuk masuk kelas, tetapi juga menjadi penanda dimulainya sebuah proses belajar yang berbeda bukan hanya bagi murid, melainkan juga bagi mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Peradaban (UPB) Bumiayu, Kabupaten Brebes.

Melalui kegiatan observasi di Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) Paguyangan, Mahasiswa KKN UPB menemukan bahwa pendidikan di desa menyimpan cerita, tantangan, sekaligus harapan yang kerap luput dari perhatian.

Observasi ini dilakukan sebagai langkah awal untuk memahami kondisi nyata dunia pendidikan di lingkungan Paguyangan. Mahasiswa KKN UPB berinteraksi langsung dengan guru, siswa, serta mengamati proses belajar mengajar di dalam kelas.

Dari sinilah muncul kesadaran bahwa pendidikan bukan sekadar soal kurikulum, tetapi juga tentang keterbatasan sarana, kreativitas guru, dan semangat belajar siswa.

Di tingkat SD, suasana belajar terasa hangat dan penuh antusiasme. Siswa-siswi menyambut kehadiran mahasiswa KKN dengan rasa ingin tahu yang tinggi. Meski fasilitas pembelajaran masih terbatas, para guru tetap berupaya menghadirkan pembelajaran yang menyenangkan dan mudah dipahami.

Hal ini menunjukkan, bahwa dedikasi tenaga pendidik menjadi fondasi utama dalam membentuk karakter dan semangat belajar anak-anak sejak dini.

Sementara itu, observasi di tingkat SMP menghadirkan dinamika yang berbeda. Tantangan mulai terlihat pada motivasi belajar siswa yang dipengaruhi oleh perkembangan usia, lingkungan, serta keterbatasan akses terhadap teknologi pendidikan.

Namun demikian, potensi siswa tetap terlihat jelas -mereka kritis, aktif berdiskusi, dan memiliki rasa ingin tahu yang besar ketika diberikan pendekatan pembelajaran yang tepat.

Kegiatan observasi ini menjadi cermin bagi mahasiswa KKN UPB bahwa kesenjangan pendidikan masih menjadi isu nyata, terutama antara wilayah perkotaan dan pedesaan. Namun di balik keterbatasan tersebut, terdapat semangat kolaborasi dan optimisme yang kuat dari pihak sekolah untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan.

Melalui hasil observasi ini, mahasiswa KKN UPB diharapkan mampu merancang program kerja yang relevan dan berdampak, seperti pendampingan belajar, pengenalan literasi dan numerasi, serta kegiatan edukatif kreatif yang mendukung proses pembelajaran di sekolah.

Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi pembelajaran berharga bagi mahasiswa untuk memahami peran nyata mereka sebagai agen perubahan di tengah masyarakat. Pada akhirnya, observasi di SD dan SMP Paguyangan bukan hanya tentang melihat kondisi sekolah, tetapi tentang belajar memahami makna pendidikan dari dekat.

Sebab, dari desa inilah Mahasiswa KKN UPB belajar bahwa pendidikan yang bermakna lahir dari kepedulian, kerja sama, dan niat tulus untuk saling tumbuh bersama.

Tim Kelompok 12 KKN Mahasiswa Universitas Peradaban (UP) Bumiayu, Kabupaten Brebes, di Desa Pagojengan, Kecamatan Paguyangan, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah:

Khoerul Fuadhi (Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Prodi PGSD), Seli Fitriani (Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Prodi PGSD), Nabilla Defira Putri Maisaan (Fakultas Sains dan Teknologi, Prodi Farmasi).

Risma Nur Qolfiah (Fakultas Sains dan Teknologi, Prodi Farmasi), Retno Mulyani (Fakultas Sains dan Teknologi, Prodi Teknik Informatika). Endah Khoerunisa ((Fakultas Sains dan Teknologi, Prodi Teknik Informatika), Naufal Muhammad Husen (Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Prodi Manajemen).

Nadya Qonita Rahma (Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Prodi Manajemen), M. Hanki Alhan (Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, Prodi  Ilmu Komunikasi), Isma Nur Fitriani (Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Prodi PBIN).

Tulisan dalam Kolom Opini ini adalah kiriman dari masyarakat. Segala tulisan bukan tanggung jawab Redaksi PanturaNews, tapi tanggung jawab penulisnya.

 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita