Senin, 26/01/2026, 21:16:48
Empat Ekskavator Dikerahkan untuk Tutup Tanggul dan Normalisasi Sungai di Bumiayu
LAPORAN TAKWO HERIYANTO

PanturaNews (Brebes) – Pemerintah Kabupaten Brebes mengerahkan empat unit alat berat jenis ekskavator ke sejumlah titik rawan di Kecamatan Bumiayu, Senin (26/1/2026). 

Pengerahan ini dilakukan sebagai upaya darurat untuk menutup tanggul yang jebol serta menormalisasi aliran sungai guna mencegah banjir susulan.

Langkah ini diambil setelah evaluasi dampak banjir yang melanda wilayah Brebes bagian selatan pada Jumat (23/1/2026) lalu, yang menyebabkan kerusakan di Kecamatan Bumiayu, Sirampog, Paguyangan, dan Tonjong.

Wakil Bupati Brebes, Wurja, menegaskan bahwa penanganan bencana tidak bisa dilakukan secara parsial. Ia menginstruksikan sinergi penuh antar-Organisasi Perangkat Daerah (OPD) seperti DPU, Perwaskim, DPSDAPR, dan Dinas Pertanian.

"Semua harus bergerak kolektif atau sengkuyung. Saya perintahkan seluruh OPD terkait untuk segera menuntaskan sodetan dan perbaikan tanggul ini agar warga bisa merasa tenang kembali," tegas Wurja, Senin 26 Januari 2026.

Kepala Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air dan Penataan Ruang (DPSDAPR) Kabupaten Brebes, Zuhdan Fanani, merinci distribusi alat berat tersebut untuk memastikan penanganan yang efektif:

   1. Sungai Kalikeruh (Desa Penggarutan): Satu unit ekskavator milik Dinas Pertanian difokuskan untuk menutup tanggul yang jebol. Kerusakan tanggul di titik ini dinilai krusial karena aliran air langsung mengarah ke pemukiman warga di Desa Adisana.

   2. Desa Dukuhturi: Satu unit ekskavator dari DPSDAPR dikerahkan untuk melakukan sodetan sungai. Sodetan ini bertujuan memecah kepadatan volume air agar aliran sungai lebih lancar saat debit air meningkat.

   3. Desa Adisana: Dua unit ekskavator lainnya diterjunkan khusus untuk normalisasi saluran air guna membersihkan sedimen dan material sisa banjir yang menyumbat aliran.

"Penutupan tanggul dan sodetan menjadi prioritas karena intensitas hujan di wilayah selatan masih sangat tinggi. Kami harus memastikan kapasitas sungai mampu menampung debit air jika hujan kembali turun," ujar Zuhdan saat mendampingi Wakil Bupati Brebes meninjau lokasi.

Upaya ini dilakukan merupakan bentuk kolaborasi antara eksekutif, legislatif, dan sektor swasta. Selain alat berat dari dinas terkait, dukungan juga mengalir dari Ketua Komisi IV DPRD Brebes, Ferri Anggrianto, SE, serta pengusaha lokal Slamet Faka.

Saat ini, pengerjaan di lapangan terus dikejar sebelum puncak curah hujan harian terjadi, guna meminimalisir risiko luapan air ke pemukiman warga.


 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita