PanturaNews (Pemalang) – Aliran Kali Comal di Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, mendadak menjadi pusat perhatian warga pada Senin (26/1/2026).
Banyak ekor ikan dan udang secara mengejutkan muncul ke permukaan dan menepi di sepanjang bantaran sungai, memicu fenomena "panen raya" dadakan bagi masyarakat sekitar.
Fenomena langka ini terjadi tepat setelah wilayah Pulosari di Pemalang bagian selatan diterjang banjir bandang. Material lumpur, pasir, dan sampah kayu yang terbawa arus deras dari hulu diduga kuat menjadi penyebab utama biota sungai tersebut naik ke permukaan.
Ikan "Mabuk" Jadi Berkah Warga
Pantauan di lokasi menunjukkan puluhan warga, mulai dari orang dewasa hingga anak-anak, turun ke pinggir sungai dengan membawa peralatan seadanya seperti jaring, ember, hingga karung.
Kondisi air yang cokelat pekat dan berlumpur membuat ikan-ikan tersebut sulit bernapas atau "mabuk", sehingga sangat mudah ditangkap.
"Ikan-ikan pada muncul di pinggiran, sepertinya karena airnya terlalu keruh akibat banjir di atas (Pulosari). Kami tinggal menyerok saja, ada ikan tawes, mujaer, sampai udang galah berukuran besar," ujar salah satu warga yang tampak sumringah membawa satu ember penuh tangkapan.
Penyebab Ilmiah di Balik Fenomena
Secara teknis, banjir bandang membawa material sedimen dalam jumlah besar yang meningkatkan kekeruhan air secara ekstrem. Hal ini menyebabkan kadar oksigen di dalam air menurun drastis.
Ikan dan udang yang terdesak kemudian mencari air yang lebih dangkal atau menepi ke daratan untuk mendapatkan oksigen, kondisi inilah yang dimanfaatkan warga untuk menangkap mereka dengan mudah.
Imbauan Keamanan
Meskipun menjadi berkah bagi warga, pihak berwenang setempat tetap mengimbau agar masyarakat yang beraktivitas di bantaran Kali Comal tetap waspada. Mengingat cuaca di wilayah selatan Pemalang masih belum stabil, potensi banjir susulan atau kenaikan debit air secara tiba-tiba masih bisa terjadi.
Warga diharapkan tidak terlalu ke tengah sungai demi keselamatan jiwa, mengingat arus di bawah permukaan air yang keruh seringkali tidak terprediksi.