Minggu, 11/01/2026, 23:54:11
Mengenalkan Makanan Lokal Sejak Dini Agar Anak Tidak Picky Eater
OLEH: PRAMESTI WULANDARI
.

KEANEKARAGAMAN pangan lokal merupakan bagian dari kekayaan budaya Indonesia yang memiliki nilai gizi, sosial, dan budaya yang tinggi. Pangan lokal tidak hanya berfungsi sebagai pemenuh kebutuhan dasar manusia, tetapi juga merepresentasikan identitas dan kearifan lokal masyarakat setempat.

Namun, dalam beberapa dekade terakhir, keberadaan pangan lokal mulai terpinggirkan oleh maraknya makanan instan dan produk pangan modern, sehingga anak pilih-pilih ketika mau makan dan susan makan sayur. Oleh karena itu, upaya pelestarian dan pengenalan pangan lokal perlu dilakukan secara berkelanjutan sejak usia dini melalui jalur pendidikan formal maupun nonformal (Tafsir, 2011).

Picky eater merupakan kebiasaan anak untuk melakukan pilih-pilih makanan dimana anak mempunyai selera yang kuat pada makanan tertentu, kurangnya variasi dalam mengkonsumsi makanan, memberi batasan pemberian makanan pada kelompok makanan tertentu, dan menolak untuk memakan makanan yang baru.

Picky eater dikenal dengan anak yang menolak makanan tertentu, akan tetapi anak masih mengkonsumsi minimal satu jenis dari kelompok makanan yaitu karbohidrat, protein, sayur, atau buah, dan susu.

Pengabaian terhadap anak yang mengalami picky eater dapat menyebabkan anak mendapat masalah terhadap pertumbuhannya dan asupan gizi anak ditandai dengan anak yang mengalami kekurangan atau kelebihan asupan gizi (Shintya, 2023).

Menghadapi anak yang picky eater memerlukan kesabaran dan pendekatan yang positif. Berikut beberapa tips yang dapat membantu:

-1. Kenalkan Makanan Baru Secara Bertahap: Kenalkan makanan baru satu per satu, dan jangan memaksa anak untuk langsung menyukai atau memakan makanan tersebut. Cobalah menyajikan makanan baru bersamaan dengan makanan favorit anak.

-2. Buat Makanan Menjadi Menarik: Penyajian makanan yang menarik, seperti membentuk sayuran menjadi karakter lucu atau menyajikan makanan dalam bentuk yang menarik, dapat membuat anak lebih tertarik untuk mencoba.

-3. Libatkan Anak dalam Memasak: Mengajak anak untuk membantu menyiapkan makanan dapat meningkatkan minat mereka terhadap makanan yang disajikan. Anak-anak cenderung lebih tertarik untuk mencoba makanan yang mereka bantu buat.

-4. Berikan Contoh yang Baik: Anak-anak belajar dari apa yang mereka lihat. Jika orang tua dan anggota keluarga lainnya menunjukkan sikap positif terhadap berbagai jenis makanan, anak akan lebih mungkin untuk meniru perilaku tersebut.

-5. Tetap Konsisten: Penting untuk tetap konsisten dengan pendekatan yang digunakan. Jangan menyerah jika anak menolak makanan baru pada awalnya; penelitian menunjukkan bahwa anak mungkin perlu mencoba makanan baru berkali-kali sebelum mereka menerimanya

Untuk mengenalkan makanan tradisional pada anak, orang tua bisa melibatkan mereka dalam prosesnya (memasak, belanja di pasar), ajak ke festival kuliner, ceritakan asal-usul dan keunikan makanan, serta buat suasana menyenangkan dengan mencoba berbagai jenis makanan secara bertahap dan kreatif, agar mereka tertarik dan mencintai budaya kuliner lokal.

Cara orang tua mengenalkan makanan lokal untuk anak picky earter agar mau makan sayur , orang tua bisa berinovasi  membuat  makanan lokal menjadi makanan kekinian seperti nugget yang terbuat dari tahu. Tahu adalah olahan yang terbuat dari kacang kedelai dan merupakan sumber protein yang baik untuk menjaga kesehatan serta mudah diperoleh di pasar.

 Tahu merupakan makanan rendah kalori namun tinggi protein. Sumber protein nabati dengan tekstur yang lembut dan rasa yang lebih tawar sehingga mudah divariasikan. Tahu memiliki kandungan gizi seperti kalsium, besi, magnesium, fosfor, seng, kalium. Vitamin pada tahu seperti vitamin D, B6, thiamin, riboflavin, niacin dan asam folat (Deva, 2013).

Orang tua bisa melibatkan anak dalam pross pembuata nugget dengan bahan dasar tahu dan campuran sayur. Nugget tahu olahan beku (frozen food) bermanfaat dalam memperpanjang masa simpan tahu. Disamping itu, pembuatan nugget tahu dengan tambahan sayuran bermanfaat meningkatkan nilai gizi sekaligus dapat meningkatkan minat anak yang sulit makan sayur (Rizqie, 2012).

Jadi banyak cara yang bisa dilakukan orang tua untuk berinovasi dalam mengolah bahan pangan agar anak picky eater mau makan sayur.

Tulisan dalam Kolom Opini ini adalah kiriman dari masyarakat. Segala tulisan bukan tanggung jawab Redaksi PanturaNews, tapi tanggung jawab penulisnya.

 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita