PanturaNews (Pekalongan) – Isak tangis menyelimuti kabar duka dari seorang pengemudi ojek online (ojol) asal Pekalongan, Bapak Timbul Ngadijono (50), yang dilaporkan meninggal dunia karena sakit pada Rabu dini hari sekitar pukul 04.00 WIB.
Hingga berita ini diturunkan, jenazah almarhum belum dapat dimakamkan lantaran pihak keluarga mengalami keterbatasan biaya.
Almarhum, yang selama ini diketahui tinggal sebatang kara di sebuah rumah kontrakan, ditemukan meninggal dunia setelah berjuang melawan penyakit yang dideritanya.
Sang istri telah lebih dulu berpulang beberapa tahun silam, sementara anak-anaknya berada di kampung halaman di wilayah Pekalongan dengan kondisi ekonomi yang serupa.
"Keluarga di kampung sebagian besar bekerja sebagai petani dengan penghasilan terbatas. Hal ini membuat mereka kesulitan untuk biaya pemulangan jenazah maupun pengurusan pemakaman," tulis laporan yang diunggah akun media sosial @pekalonganinfo.
Upaya Warga dan Penggalangan Donasi
Melihat situasi tersebut, warga sekitar bersama pengurus RT dan RW setempat telah berupaya mengumpulkan bantuan secara swadaya. Namun, dana yang terkumpul hingga saat ini dilaporkan belum mencukupi untuk menutupi seluruh biaya operasional, mulai dari pemulasaraan hingga prosesi pemakaman yang layak.
Kondisi ini memicu inisiatif dari para relawan dan warga untuk membuka donasi terbuka bagi masyarakat luas.
Langkah ini diambil agar beban keluarga dapat teringankan dan almarhum bisa segera dikebumikan dengan cara yang bermartabat.
Pihak lingkungan setempat berharap adanya kepedulian dari para dermawan maupun komunitas ojek online lainnya untuk membantu rekan seprofesi yang sedang tertimpa musibah ini.
Hingga saat ini, proses administrasi dan persiapan pemakaman masih menunggu kecukupan dana dukungan dari masyarakat.