PanturaNews (Brebes) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Brebes menjemput kepulangan tiga pekerja migran asal daerahnya yang menjadi korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) di Eropa.
Mereka adalah Calim, warga Desa Pamulihan, Kecamatan Larangan, Muhamad Tarsidi dari Desa Randusari, Kecamatan Losari dan M Didi Slamet dari Desa Grinting, Kecamatan Bulakamba.
Ketiganya tiba di Kantor Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Brebes pada Rabu (27/8) dini hari setelah melalui proses panjang yang melibatkan Kementerian Luar Negeri, Kedutaan Besar RI, hingga Baznas Brebes sebagai penyedia bantuan pembiayaan.
Kepala Disperinaker Brebes, Warsito Eko Putro, menjelaskan bahwa kasus ini bermula dari modus perekrutan ilegal yang dilakukan oleh Nurjaman, warga Brebes, yang kini telah ditangkap Polda Jawa Tengah.
“Dari total 25 pekerja migran asal Brebes yang menjadi korban TPPO, baru 15 yang berhasil dipulangkan. Sisanya masih berada di luar negeri, dengan sebagian menolak pulang karena alasan ekonomi,” ujarnya kepada awak media, Kamis 28 Agustus 2025.
Kasus ini, kata Eko, menjadi peringatan bagi masyarakat Brebes untuk lebih waspada terhadap tawaran kerja di luar negeri yang tidak jelas.
Untuk itu, Pemkab berkomitmen memperketat pengawasan serta memberi edukasi agar warga tidak lagi terjebak dalam praktik perdagangan orang lintas negara.
Diketahui, kasus TPPO ini bermula ketika para korban direkrut dengan iming-iming pekerjaan legal bergaji tinggi di Spanyol. Mereka diminta membayar Rp 60–100 juta. Namun, sesampainya di Eropa, para korban justru tidak memiliki pekerjaan karena menggunakan visa kunjungan, bukan visa kerja.
“Di Spanyol, satu bulan kami tidak bekerja. Setelah itu dipindahkan ke Polandia dan sempat bekerja di pabrik kaca. Tapi karena tidak ada izin tinggal, kami akhirnya diusir,” tutur salah satu korban TPPO asal Desa Randusari, Kecamatan Losari, Muhamad Tarsidi.
Meski penuh cobaan, kepulangan para korban TPPO disambut haru. Para korban menyampaikan terima kasih kepada Pemkab Brebes yang turut memfasilitasi pemulangan.
“Terima kasih atas perhatian dan bantuan semua pihak, sehingga kami bisa pulang dengan selamat,” ujar Tarsidi.