Rabu, 27/08/2025, 00:56:13
Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) Mendunia, Sekali Scan Terhubung Lintas Negara
OLEH: QUEEN NIRVANA LATIFAH
.

DI era serba cepat seperti sekarang, semua hal berubah termasuk cara bertransaksi, dari yang harus menyimpan uang di dompet, sekarang cukup sekali scan QR dan semua nya beres.

Teknologi ini lahir seiring dengan berkembangnya Financial Technology (Fintech) yang menghadirkan berbagai solusi pembayaran digital.  Tidak hanya di negara maju, Indonesia juga memiliki Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) sebagai alat transaksi yang praktis dan efisien. QRIS diluncurkan secara resmi pada tanggal 17 Agustus 2019 oleh Bank Indonesia yang bertujuan menyatukan berbagai sistem pembayaran digital menjadi dalam satu standar nasional.

Sejak diluncurkan, QRIS semakin memudahkan masyarakat dalam bertransaksi di kehidupan sehari-hari. Kemudahannya dalam bertransaksi dengan hanya satu kode memberikan keuntungan besar selain kepada konsumen juga kepada pelaku usaha karena dapat menerima pembayaran dari berbagai dompet digital dengan lebih cepat dan efisien.

QRIS memang baru berdiri selama 6 tahun, tetapi perkembangannya terbilang sangat pesat. Setelah sukses di Indonesia, hanya dalam waktu 3 tahun tepatnya pada Agustus 2022 QRIS resmi ekspansi ke ASEAN melalui ASEAN Payment Connectivity. Thailand adalah negara yang pertama kali yang dapat merasakan pembayaran lewat QRIS lalu disusul oleh Malaysia dan Singapura setahun kemudian.

Tak berhenti disitu saja, lewat QRIS Cross Border, alat transaksi ini juga sudah dapat dipakai di Jepang mulai 17 Agustus 2025 kemarin dengan mata uang Yen. Selain itu, kini juga sedang dilakukan tahap uji coba di Cina dan diharapkan dapat beroperasi pada akhir 2025.

Perjalanan QRIS yang luar biasa ini menunjukkan betapa besar potensinya dalam menjadi pionir digital payment di Asia seperti yang dijelaskan oleh Sonjaya et al. (2025), QRIS memiliki “positive impact on the economies of ASEAN countries” dan terbukti menjadi alternatif di sektor perdagangan, pariwisata, dan UMKM.

Globalisasi QRIS memang nyatanya membawa manfaat nyata bagi berbagai pihak. Bagi wisatawan, pengalaman berbelanja di luar negri menjadi lebih praktis karena tidak perlu lagi menukar uang atau khawatir membawa banyak tunai.

Bagi UMKM, sistem QRIS menyederhanakan dan memperjelas proses transaksi lintas negara, juga membuka peluang ekspor produk lokal ke pasar yang lebih luas lewat digital payment. Menurut Bani Rachmad A., & Raharjo, M. (2023), QRIS dianggap sebagai “game changer” yang mampu meningkatkan efisiensi dan membuat pembayaran lintas negara menjadi lebih inklusif.

Selain itu, penelitian oleh Gusman et al. (2025) juga menjelaskan bahwa QRIS mendorong inklusi keuangan UMKM  yang bisa mencatat transaksi lebih baik dan juga membantu dalam persoalan manajemen keuangan serta secara keseluruhan mendorong ekonomi inklusif. Hal ini berarti, QRIS bukan hanya mempercepat transaksi, tetapi juga mengurangi biaya pertukaran mata uang dan memberikan efisiensi di lintas negara.

Meskipun perkembangan QRIS selama ini sangat pesat di skala regional, tetapi tidak menutup bahwa terdapat sejumlah tantangan yang harus dihadapi. Perbedaan infrastruktur teknologi menjadi salah satu tantangan yang membuat integrasi transaksi ini tidak selalu berjalan mulus.

Selain itu juga, aspek keamanan transaksi lintas negara juga harus selalu diperkuat agar para pengguna merasa aman dan percaya menggunakan QRIS sebagai pembayaran digital dari Indonesia. Namun, bukankah setiap tantangan dapat menjadi acuan untuk lahirnya sebuah kesuksesan? Jika QRIS dapat melewatinya, bukan tidak mungkin esok bukan hanya kawasan Asia, tetapi seluruh dunia juga menggunakannya sebagai pembayaran digital utama.

(Referensi: Bani Rachmad, A., & Raharjo, M. (2023). ‘QRIS Cross Border’ as Digital Financial Inclusion Acceleration in Southeast Asia . Global Local Interactions Journal of International Relations, 3(1), 45–55. https://doi.org/10.22219/gli.v3i1.25234

Gusman, G., Daeli, A. S., Gunawan, H. ., Jeksen, J., & Fernando, M. . (2025). Peluang Dan Tantangan UMKM Dalam Pemanfaatan QRIS. Jurnal Ilmiah Raflesia Akuntansi, 11(1), 126–131. https://doi.org/10.53494/jira.v11i1.836

Sonjaya, A., Ragimun, Basmar, E., Ermawati, T., Kurniadi, A.P., Dasilva, H., Sabilla, K., Hasan, Takhim, M., Pratiwi, R., Mutaqin, Yosepha, S.Y. (2025). How the integration of payment systems through QRIS accelerates economic and financial cooperation in the ASEAN region. International Journal of Sustainable Development and Planning, Vol. 20, No. 3, pp. 971-980. https://doi.org/10.18280/ijsdp.200305)

Tulisan dalam Kolom Opini ini adalah kiriman dari masyarakat. Segala tulisan bukan tanggung jawab Redaksi PanturaNews, tapi tanggung jawab penulisnya.

 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita