Jumat, 22/08/2025, 13:46:04
FPK Brebes Gandeng Tokoh Lintas Suku Cegah Konflik Sosial Berbasis SARA
LAPORAN TAKWO HERIYANTO

Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Kabupaten Brebes menggelar rapat koordinasi bersama Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Brebes.

PanturaNews (Brebes) — Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Kabupaten Brebes menggelar rapat koordinasi bersama Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Brebes, di Rumah Makan Sari Cemplik Kecamatan Brebes, Kabupaten Brebes, pada Jumat (22/8/2025).

Dalam kegiatan ini, FPK menggandeng tokoh-tokoh masyarakat dari berbagai suku dan etnis untuk memperkuat stabilitas sosial di tengah keberagaman.

Rapat koordinasi ini bertujuan mempererat sinergi antara pemerintah daerah dan elemen masyarakat dalam menjaga kerukunan, mencegah konflik sosial, serta memperkuat rasa persatuan di tengah potensi gesekan berbasis SARA.

Kepala Kesbangpol Kabupaten Brebes, Mochamad Sodiq, mengapresiasi kehadiran dan partisipasi aktif para tokoh lintas suku dalam kegiatan tersebut. 

Sodiq menjelaskan bahwa kebersamaan seluruh unsur masyarakat sangat penting untuk mewujudkan Brebes yang aman, damai, dan toleran.

“Peran para tokoh etnis ini sangat strategis dalam menjaga harmoni sosial. Dengan bergandengan tangan, kita bisa cegah potensi konflik dan memperkuat rasa persaudaraan,” ujar Sodiq.

Melalui kerja sama lintas suku dan etnis ini, kata Sodiq, FPK diharapkan dapat terus menjaga suasana kondusif dan memperkuat rasa saling percaya antarwarga, serta memperkuat ketahanan sosial di Kabupaten Brebes.

Ketua FPK Kabupaten Brebes, Mohammad Iqbal, mengatakan bahwa forum ini bukan hanya sekadar simbol keberagaman, tetapi juga wadah strategis untuk komunikasi dan koordinasi antarwarga dari latar belakang yang berbeda.

“Kami di FPK siap menjadi penghubung antar kelompok masyarakat agar tidak mudah terpecah oleh isu-isu SARA. Keberagaman adalah kekuatan, bukan kelemahan,” ungkapnya.

Adapun, tokoh-tokoh dari berbagai latar belakang hadir dalam rapat ini, antara lain Kustoro WHY (Jawa), Dani Bagus Purnama (Tionghoa), Suharjo (Jawa-Sunda), Wandi (Batak), Jusril (Minang), Bambang (Madura), Thoriq (Arab), dan Tom Sutoro (Sunda). 

Perwakilan dari suku Aceh dan Bugis menyampaikan permohonan maaf karena belum bisa hadir.

Diketahui, FPK Kabupaten Brebes dibentuk berdasarkan amanat Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 34 Tahun 2006 tentang Pedoman Penyelenggaraan Pembauran Kebangsaan di Daerah. Di Kabupaten Brebes, forum ini resmi berdiri melalui Surat Keputusan Bupati Brebes Nomor 420/51/2025.


 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita