PanturaNews (Tegal) – Musim kemarau belum mencapai puncaknya, namun sejumlah wilayah di Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, mulai merasakan dampaknya.
Dua desa yakni Danawarih di Kecamatan Balapulang dan Lebaksiu Kidul di Kecamatan Lebaksiu kini mengalami krisis air bersih.
Warga setempat mengaku kesulitan mendapatkan air untuk kebutuhan sehari-hari seperti memasak, mencuci, hingga mandi. Tak punya pilihan lain, mereka pun harus membeli air dari pedagang keliling dengan harga Rp5.000 per jerigen.
“Kami terpaksa beli air. Sumur sudah kering, air PDAM pun tidak mengalir,” kata Sulastri, warga Desa Danawarih, Sabtu (26/7/2025).
Melihat kondisi tersebut, Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Tegal langsung bergerak cepat dengan menyalurkan bantuan air bersih ke dua desa terdampak.
Bantuan dilakukan di Dukuh Batur, Desa Danawarih sebanyak 4.000 liter untuk 61 KK atau 237 jiwa. Sementara di Dukuh Winong, Desa Lebaksiu Kidul, sebanyak 6.000 liter air bersih disalurkan untuk 92 KK atau 315 jiwa.
Ketua PMI Kabupaten Tegal, Iman Sisworo, menyebut bahwa laporan kekeringan tak hanya datang dari dua desa tersebut.
“Dari laporan yang masuk, sudah ada beberapa desa lain di sejumlah kecamatan yang mulai terdampak kekeringan. Kami siap menyalurkan bantuan jika ada permintaan resmi dari desa,” ujarnya.
PMI Tegal juga mengimbau masyarakat untuk menghemat penggunaan air dan segera melapor jika mengalami kesulitan serupa.
Sementara itu, pemerintah daerah diminta siaga menghadapi potensi krisis air bersih yang diprediksi akan meluas dalam beberapa pekan ke depan.