PanturaNews (Brebes) – Tim Museum Purbakala Bumiayu baru saja menemukan fosil gading gajah purba sepanjang dua meter di tebing anak Sungai Glagah, Kecamatan Tonjong, Kabupaten Brebes.
Penemuan itu terjadi saat tim sedang melakukan pemetaan tanah di daerah tersebut, dan langsung menarik perhatian para ahli arkeologi.
Fosil gading yang ditemukan diperkirakan berasal dari Stegodon, jenis gajah purba yang pernah menghuni Pulau Jawa jutaan tahun yang lalu.
Penemuan ini memberikan wawasan baru tentang kehidupan masa lalu yang jarang ditemukan di wilayah tersebut, sekaligus menambah bukti keberadaan fauna besar pada zaman Pleistosen.
Gajah Purba yang Pernah Menguasai Jawa
Stegodon merupakan salah satu spesies gajah purba yang hidup di Pulau Jawa antara 1 hingga 2 juta tahun yang lalu. Jenis gajah ini memiliki ukuran tubuh yang lebih besar dibandingkan gajah modern, dengan gading yang melengkung ke atas.
Mereka menghuni wilayah yang kini menjadi bagian dari Indonesia, dan peranannya sangat penting dalam sejarah fauna purba.
Menurut Kepala Museum Purbakala Bumiayu, Wildan Fadhilillah, penemuan fosil gading ini memberikan bukti lebih lanjut mengenai pergerakan dan habitat gajah purba yang pernah hidup di kawasan tersebut.
Proses Konservasi Fosil yang Hati-Hati
Fosil gading yang ditemukan saat ini sedang menjalani proses konservasi di Kawasan Stasiun Lapangan (KSL) Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Maribaya, Bumiayu.
Proses ini melibatkan teknik penyambungan fragmen fosil yang retak dan penguatan dengan cairan kimia agar fosil tetap stabil selama pengeringan dan penelitian lebih lanjut.
"Penemuan ini sangat berharga. Ketika kami melihat gading yang masih utuh di dalam tanah, rasanya seperti menyentuh langsung jejak sejarah. Lokasinya dekat dengan sungai, yang rawan longsor, jadi kami harus segera mengevakuasi fosil tersebut,” kata Wildan, Minggu (13/7/2025).
Usia Fosil yang Menarik Perhatian
Analisis awal menunjukkan bahwa fosil gading ini diperkirakan berusia antara 1,5 hingga 1,8 juta tahun. Jika terbukti benar, maka fosil ini lebih tua daripada beberapa penemuan serupa di Jawa, seperti yang ditemukan di situs purbakala Sangiran dan Semedo.
“Gading ini sangat khas Stegodon, meskipun ukurannya lebih pendek dari biasanya. Kami akan melakukan kajian lebih dalam untuk memverifikasi usia dan asal-usul fosil ini,” terang Wildan.
Potensi Penemuan Bumiayu Sebagai Situs Sejarah Utama
Penemuan fosil gading ini tidak hanya menambah koleksi purbakala di Brebes, tetapi juga bisa memperkaya pemahaman kita tentang migrasi fauna purba di Asia Tenggara.
Wildan berharap, Situs Bumiayu dapat diakui sejajar dengan situs-situs purbakala lainnya di Jawa, seperti Sangiran, Trinil, dan Semedo, yang dikenal sebagai lokasi penting dalam penelitian sejarah kehidupan purba.
"Kami berharap temuan ini dapat menarik perhatian dunia, mengangkat posisi Bumiayu sebagai situs purbakala yang penting, dan mendorong pengembangan wisata berbasis sejarah di Brebes,” ujar Wildan.