Senin, 30/06/2025, 13:07:08
Dinilai Tidak Manusiawi Rp 150 Ribu Sebulan, Pensiunan PTPN Jalan Kaki dari Brebes Tuntut Hak ke Istana
LAPORAN TAKWO HERIYANTO

Puluhan pensiunan karyawan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dari PTPN IX memulai aksi jalan kaki sejauh 285 kilometer dari eks Pabrik Gula Jatibarang, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, menuju Istana Negara di Jakarta.

PanturaNews (Brebes) – Puluhan pensiunan karyawan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dari PTPN IX memulai aksi jalan kaki sejauh 285 kilometer dari eks Pabrik Gula Jatibarang, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, menuju Istana Negara di Jakarta, Minggu, 29 Juni 2025. 

Aksi ini dilakukan sebagai bentuk protes terhadap besarnya uang pensiun yang mereka terima, yang dinilai tidak manusiawi, sebagian hanya mendapatkan Rp150 ribu per bulan.

Para peserta aksi tergabung dalam Forum Komunikasi Purnakarya Perkebunan Nusantara (FKPPN), dengan rentang usia antara 56 hingga 78 tahun. 

Mereka membawa bendera merah putih, bendera FKPPN, dan meneriakkan yel-yel perjuangan sepanjang perjalanan.

“Jumlah peserta dari Jawa Tengah ada 60 orang. Kami tidak takut menempuh ratusan kilometer, karena kami memperjuangkan hak yang seharusnya kami terima setelah puluhan tahun mengabdi,” ujar Ketua Harian DPD FKPPN Jawa Tengah, Rohim, saat ditemui sebelum keberangkatan.

Rohim mengatakan, mereka menyuarakan tiga tuntutan utama kepada Presiden Prabowo Subianto. 

Pertama, menaikkan gaji pensiun golongan IA dari Rp150 ribu menjadi Rp1,5 juta per bulan, serta menyesuaikan golongan lainnya berdasarkan masa kerja. 

Kedua, menuntut pembayaran seluruh hak purnakarya yang belum dilunasi, seperti uang penghargaan masa kerja, uang cuti, dan kompensasi pengosongan rumah dinas. 

Ketiga, mendesak agar Dana Pensiun Perkebunan (Dapenbun) diaudit secara menyeluruh.

“Selama ini kami sudah berulang kali mengajukan keluhan, bahkan melakukan audiensi dengan DPR. Namun tidak pernah ada tindak lanjut konkret. Maka itu kami tempuh jalan ini,” ujarnya.

Rombongan dari PTPN IX Jawa Tengah dijadwalkan bergabung dengan FKPPN wilayah Jawa Barat di Bandung dan bertemu Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, sebelum melanjutkan perjalanan ke Jakarta. Mereka menargetkan untuk sampai di Ibu Kota dalam waktu 12 hari.

Aksi serupa juga digelar serentak oleh FKPPN di berbagai daerah di Indonesia sebagai bentuk solidaritas nasional.

“Kami mohon kepada Presiden Prabowo Subianto untuk menerima kami. Kami bukan datang untuk membuat gaduh, kami hanya ingin menyampaikan keluh kesah rakyat kecil yang bertahun-tahun diabaikan,” kata Rohim.


 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita