UNIVERSITAS Peradaban (UP) Bumiayu, Kabupaten Brebes Kelompok 3 yang melakukan Kuliah Kerja Nyata (KKN) 2025 di Desa Cilibang, Kecamatan Jeruklegi, Kabupaten Cilacap, mengawali dengan melakukan survey lokasi.
Komitmen mahasiswa dalam membangun desa melalui program KKN yang bertemakan “Penguatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Berbasis Aset dan Potensi Desa”, menjadi perhatian penting dalam upaya mendorong pembangunan desa yang berkelanjutan dengan fokus mengoptimalkan aset dan potensi lokal.
Aset desa, baik berupa sumber daya alam, sumber daya manusia, maupun kearifan lokal, menjadi pusat perhatian dalam pelaksanaan KKN tahun ini. Program KKN ini bertujuan untuk memberdayakan aset tersebut sebagai kekuatan utama untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui tiga dimensi utama IPM:
-1. Kesehatan – Meningkatkan angka harapan hidup melalui edukasi kesehatan, layanan medis berbasis komunitas, dan pemanfaatan tanaman obat lokal.
-2. Pendidikan – Mendorong program peningkatan akses dan kualitas pendidikan melalui pelatihan, gerakan anti putus sekolah seperti Gerakan KUDU, serta pengembangan pusat belajar nonformal.
-3. Ekonomi – Meningkatkan standar hidup layak dengan pelatihan kewirausahaan, pengembangan produk lokal melalui UMKM dan BUMDes, serta mendukung inovasi berkelanjutan dalam pengelolaan aset ekonomi desa.
Pada survey lokasi KKN, mahasiswa melihat potensi UMKM yang ada di Desa Cilibang diantaranya usaha produksi tempe, sale pisang, sapu injuk dan gula merah. Namun ada kendala untuk pemasaran yang masih ada di tingkat kecamatan.
Pemasaran hanya dilakukan di pasar-pasar tradisional dan belum menjamah ke pasar swalayan, tapi untuk produksi sale pisang baru tahun kemarin sudah bisa menyebar ke berbagai daerah sekitar.
Untuk meningkatkan potensi UMKM di Desa Cilibang, mahasiswa KKN akan mencari solusi pemasaran yang lebih luas. Mahasiswa akan metingkatkan kembali, dengan menerapkan promosi produk melalui e-commerce.
Sebelumnya saat pembekalan, Assoc. Prof. Dr. H. Sutarmin, S.Si., M.M., Ketua LPPM Universitas Peradaban, menegaskan bahwa optimalisasi aset desa menjadi langkah strategis dalam meningkatkan IPM dan mengatasi ketimpangan pembangunan.
“Pemberdayaan aset desa harus dilakukan dengan sinergi, inovasi, dan pelibatan berbagai pihak, baik akademisi, pemerintah, sektor swasta, maupun komunitas. Model penta helix ini menjadi kunci untuk mempercepat pembangunan desa,” jelasnya.
Penguatan aset desa juga mencakup pengembangan potensi sumber daya alam. Desa-desa dengan kekayaan alam seperti hasil pertanian, kehutanan, kerajinan tangan atau UMKM akan didorong untuk menciptakan produk yang inovatif.
Selain itu, program ini juga menyoroti pentingnya membangun kesadaran akan kearifan lokal, sehingga nilai-nilai tradisional dapat menjadi modal sosial dalam membangun masyarakat desa yang mandiri dan sejahtera.
Mahasiswa KKN Universitas Peradaban Kelompok 3 di Desa Cilibang, Kecamatan Jeruklegi, Cilacap, terdiri dari Matien Hakim Falahudin Bachtiar (Kormades), Naylu Syifa (Sekretaris I), Wiji Astuti (Sekretaris 2), Putri Brilian A (Bendahara ).
Selly Tri Pangesti (Pilar Kesehatan), Moh. Nasir (Pilar Kesehatan), Cecep Irhan Maulana (Pilar Ekonomi ), Muhammad Irfan (Pilar Pemberdayaan Lingkungan), Tessa Adelia (Pilar Pendidikan), Dinda Monica, dan Ega Danny (Kominfo), serta DPL yaitu Ibu Metiya Fatikhatur Rizkiya,S.E.,M.Ak.