Minggu, 27/10/2024, 10:51:39
MABIT di SMA An-Nuriyyah Bumiayu: Menumbuhkan Generasi Beriman dan Berdaya Saing
OLEH: TIM MAHASISWA PPL UNIVERSITAS PERADABAN
.

KEGIATAN Malam Bina Iman dan Takwa (MABIT) kelas X SMA An-Nuriyyah Bumiayu, Kabupaten Brebes yang dilaksanakan pada Kamis malam Jumat 24 Oktober 2024, menegaskan pentingnya pendidikan karakter yang kuat sebagai fondasi bagi siswa.

Kegiatan ini dirancang bukan sekadar memenuhi jadwal tahunan, tetapi sebagai wadah bagi siswa untuk mendekatkan diri kepada Allah, menumbuhkan jiwa kepemimpinan, dan memperkaya kemampuan public speaking yang menjadi bekal di era kompetitif ini.

Dengan hadirnya tiga narasumber kompeten, MABIT kali ini terasa istimewa dan kaya makna. Pemateri pertama, Gus Izam Izzul Islami, pengasuh Pondok Pesantren Jamsu Bumiayu, mengajak para siswa merefleksikan makna Hari Santri, mengupas sejarah, peran, dan perjuangan santri dalam kemerdekaan dan pembangunan bangsa.

Dalam paparannya, Gus Izam mengingatkan bahwa santri tidak hanya menjadi garda terdepan dalam menjaga moralitas bangsa, tetapi juga memberikan kontribusi dalam berbagai sektor seperti pendidikan, sosial, dan ekonomi. Penekanan pada nilai-nilai keberanian, kebersamaan, dan cinta tanah air menjadi bagian penting dalam materi ini, yang disampaikan dengan gaya khas seorang tokoh agama, menambah kekhidmatan bagi para siswa.

Tak berhenti di sana, materi kedua yang disampaikan oleh mahasiswa PPL Universitas Peradaban, yaitu Fisyahrul dan Khasriyatun, memberikan warna berbeda. Keduanya memaparkan dasar-dasar public speaking, keterampilan yang sangat berharga bagi generasi muda.

Materi ini bukan sekadar ajang untuk belajar berbicara di depan umum; lebih dari itu, public speaking adalah modal utama untuk menumbuhkan kepercayaan diri dan kemampuan berkomunikasi, baik dalam dunia akademik maupun profesional.

Para siswa diajak belajar teknik berbicara yang efektif, mengatur nada suara, menjaga kontak mata, hingga cara menenangkan diri saat berhadapan dengan audiens. Sesi ini tidak hanya menambah wawasan, tetapi juga memotivasi siswa untuk berani menyampaikan pendapat dan berdiskusi dengan teman-teman mereka.

Yang membuat kegiatan ini semakin mendalam adalah sesi mujahadah pada pukul 03.00 dini hari, di mana semua siswa berkumpul untuk bermunajat dan berdoa. Dalam suasana hening, para siswa diajak untuk merefleksikan perjalanan hidup mereka, merenungkan setiap nikmat yang telah Allah berikan, serta memperbaiki niat dan cita-cita untuk masa depan. Suasana yang khusyuk dan penuh ketenangan ini memberikan pengalaman spiritual yang jarang mereka dapatkan dalam kegiatan sehari-hari.

Momentum ini tidak hanya menguatkan hubungan siswa dengan Sang Pencipta, tetapi juga mengajarkan mereka untuk lebih bersyukur dan berserah diri dalam menghadapi tantangan hidup.

Usai mujahadah, kegiatan ditutup dengan sholat subuh berjamaah, menandakan awal hari yang penuh berkah dan semangat baru. Kegiatan MABIT kali ini tidak hanya menumbuhkan spiritualitas, tetapi juga mempererat ikatan di antara para siswa.

Kebersamaan yang terjalin dalam kegiatan ini membawa harapan, bahwa mereka akan tumbuh sebagai generasi yang saling mendukung dan memahami pentingnya persaudaraan.

Secara keseluruhan, MABIT di SMA An-Nuriyyah Bumiayu bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan sarana penting untuk mempersiapkan siswa menjadi pribadi yang berakhlak mulia, berjiwa nasionalis, dan siap menghadapi persaingan global. Pendidikan yang baik seharusnya bukan hanya mengasah kecerdasan akademik, tetapi juga menumbuhkan karakter dan keterampilan yang bermanfaat.

Dalam era yang penuh tantangan ini, SMA An-Nuriyyah Bumiayu berkomitmen membentuk generasi muda yang berintegritas, tidak hanya berprestasi dalam pendidikan, tetapi juga memiliki ketakwaan dan keterampilan untuk berkontribusi bagi bangsa dan agama.

Tim Mahasiswa Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Peradaban Bumiayu, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, di SMA An Nuriyyah Bumiayu sejak 6 Agustus 2024:

Prodi Pendidikan Matematika: Khasriyatun, Nur Azizah Wulandari, Nur Afni Maeliya, Hami Zatul Amalia.

Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia: Amin Sulaiman, Jumaroh Ristian Ningsih, Kartika Nur Pratiwi, Adinda Alma Wijayanti, Ega Dany Pratama.

Prodi Pendidikan Bahasa Inggris: Arfa Rista Caniago, Jaya Tegar Sanjaya, Fisyahrul Nur Akhnam, Dissa Shiva Oktaviani.

Tulisan dalam Kolom Opini ini adalah kiriman dari masyarakat. Segala tulisan bukan tanggung jawab Redaksi PanturaNews, tapi tanggung jawab penulisnya.

 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita