APA sih Euforia di bulan Agustus? Pada bulan ini seluruh masyarakat merayakan hari bersejarah bagi bangsa Indonesia. Hari dimana darah pahlawan kita terbayarkan. Hari yang pertama kalinya sang bendera pusaka dikibarkan, hari saat proklamasi kemerdekaan digaungkan, hari dimana semua orang pada zaman itu berteriak “Merdeka”!!!
Tepat pada tanggal 17 Agustus 1945 akhirnya bangsa Indonesia dapat meraih kemerdekaannya. Hingga setiap tahun memperingatinya, seluruh warga Indonesia memeriahkan perayaan hari kemerdekaan. Salah satunya dengan membuat serangkaian kegiatan yang mengusung tema kemerdekaan yang dilakukan seluruh khalayak dari kaum anak-anak, remaja, para orang tua, pelajar, pejabat, karyawan semuanya tanpa terkecuali ikut serta meramaikan jalannya kemerdekaan.
Melihat makna dari kata kemerdekaan, bangsa Indonesia telah berhasil melawan penjajahan dari 79 tahun yang lalu. Dimana para pahlawan, pemuda dan pemudi semua telah melewati rasa takut dari adanya penjajahan. Lantas, setelah kemerdekaan telah kita raih? Apa yang harus kita lakukan untuk mempertahankannya? Apa kita telah benar-benar merdeka? Makna kemerdekaan bukah hanya diartikan merdeka dari penjajahan bangsa lain.
Namun, lebih dari itu, kemerdekaan dapat diartikan memiliki kedaulatan dalam menentukan nasib bangsanya sendiri, membangun identitas dan melestarikan nilai-nilai budaya serta kearifan lokal. Jika dahulu para pahlawan berjuang mengerahkan senjata. Apakah saat ini kita harus melakukannya dengan cara yang sama? Tentu tidak!
Di masa kini, kita tidak lagi berjuang dengan mengerahkan senjata. Namun, dengan memanfaatkan teknologi yang muncul di era globalisasi saat ini. Sebagai generasi masa kini kemerdekaan bangsa dapat kita raih dari dalam diri kita sendiri dengan penerapan kehidupan setiap hari. Apa saja sih kiranya?
Belajar dengan tekun tanpa rasa malas dan selalu haus ilmu pengetahuan hingga dapat menaikkan prestasi anak-anak bangsa, menggali ide dan kreativitas anak bangsa hingga ke kancah dunia dan melestarikan kearifal lokal. Peranan bagi generasi penerus bangsa dimulai sebagai agent of cange yang artinya sebagai bangsa Indonesia yang memiliki peran pemuda sebagai agen perubahan agar terciptanya bangsa Indonesia yang lebih maju dan membawa kemajuan bangsa nanti.
Agent of change juga berpengaruh pada perawatan dan pengokohan nilai-nilai baik dari nilai kejujuran, gotong royong, empati dan keadilan. Dengan melalui perawatan dan pengokohan tersebut dapat melindungi nilai-nilai yang ada dengan penegakan kekuatan terhadap moral anak bangsa.
Selanjutnya, terdapat Agent of modernizations yang artinya perkembangan zaman atau modernisasi. Dengan adanya teknologi yang semakin maju di berbagai bidang kita sebagai generasi era masa kini semakin mudah untuk mencari wawasan dan keilmuan yang semakin terbaharui.
(Sekar Yuni Fakhrunnisa adalah siswi MA Al Hikmah 01 Kecamatan Sirampog, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, sekaligus santri Pondok Pesantren Al Hikmah 01. Ia juga aktivis sekolah, dan salah satu siswa yang mempelopori kegiatan penulisan Karya Ilmiah Remaja (KIR) di sekolahnya)