Minggu, 14/01/2024, 01:16:08
Maraknya Kasus Bullying di Lingkungan Sekolah Berdampak Korban Depresi
Oleh: Maisaroh
--None--

PERISTIWA umum yang dapat mempengaruhi kesehatan mental seseorang di tingkat sekolah adalah perundungan.

Bullying adalah suatu tindakan agresif yang dilakukan oleh seseorang yang memiliki kekuasaan lebih besar terhadap seseorang yang lemah secara fisik atau mental. Hal ini berdampak negatif terhadap perkembangan karakter baik korban maupun pelaku.

Dampak yang ditimbulkan dari bullying terhadap korban antara lain depresi karena kontrol pelaku terhadap korban, korban mengalami kesakitan fisik dan mental, menurunnya rasa percaya diri, dan trauma, lebih cenderung mengalami kebingungan dan takut sekolah, terisolasi, hingga ingin bunuh diri.

Selain itu, pelaku intimidasi belajar bahwa jika dibiarkan, tidak ada bahaya bagi mereka untuk melakukan kekerasan atau mengancam anak-anak lain. Saat dewasa, pelaku kekerasan bisa menjadi penjahat dan mempunyai masalah dengan fungsi sosial. Bullying adalah perilaku fisik atau psikologis berulang yang disengaja dan berpotensi menimbulkan kerugian bagi seseorang.

Bullying, khususnya di sekolah, saat ini menjadi masalah yang mendunia. Sebab sebagian besar anak berisiko tinggi menjadi korban bullying. Bullying adalah perilaku fisik atau psikologis berulang yang disengaja dan berpotensi menimbulkan kerugian bagi seseorang. Sebab sebagian besar anak berisiko tinggi menjadi korban bullying.

Beberapa survey yang dilakukan sekolah dasar menunjukkan, bahwa 6 dari 10 siswa pernah melakukan intimidasi terhadap temannya secara verbal atau fisik. Hal ini menunjukkan bahwa angka kejadian bullying pada anak usia sekolah cukup tinggi.

Faktor penyebab terjadinya bullying antara lain golongan (senioritas), status ekonomi, agama, jenis kelamin, hubungan keluarga yang tidak harmonis, lingkungan sekolah yang tidak harmonis, perbedaan kepribadian individu dan kelompok, dendam/kecemburuan, dan ada tidaknya keinginan untuk mengontrol.

Hal ini memperkuat kekuatan fisik korban dan meningkatkan popularitas pelaku di sekitar mereka. Orang tua dan guru biasanya menganggap peringatan saja sudah cukup untuk berhenti menggoda di sekolah.

Faktanya, ini adalah luka psikologis atau emosional yang lebih dalam dan menyakitkan, yang dampaknya bisa bertahan lama. Ketika seseorang menindas kita, kita harus memiliki kepercayaan diri untuk berani menghadapi perilaku ini dan menyimpan bukti-bukti penindasan tersebut sehingga kita dapat melaporkannya.

Kita harus dapat melaporkan bahwa kita tidak pernah takut untuk berbicara dan terus berinteraksi dengan teman-teman meskipun ada ancaman dari pelaku kekerasan. Ada banyak cara untuk mencegah bullying di sekolah.

-Pertama yakni sekolah dapat mengedukasi tentang bullying dengan membuat poster bullying dan memajangnya di sekitar sekolah.

-Kedua, seluruh sekolah melaksanakan pelatihan untuk mengembangkan empati dan kasih sayang terhadap orang lain yang dapat memberikan dukungan kepada korban bullying, sehingga mereka dapat mengatasi masa-masa sulit dan pulih dari bullying.

-Ketiga, sekolah harus tegas terhadap tindakan bullying di lingkungan sekolah, termasuk menetapkan prosedur yang tepat, ketat dan adil dalam menindak lanjuti perilaku bullying sehingga pelaku intimidasi dapat berpikir sebelum melakukan tindakan bullying.

-Keempat, ketika melaporkan perundungan, jalur komunikasi terbuka dipastikan untuk mengungkap perilaku pelaku. Seringkali korban tidak berani melaporkan apa yang dialaminya.

-Kelima, sekolah menerapkan kampanye anti-bullying dengan menyebarkan pesan-pesan yang memuat norma-norma anti-bullying. Kegiatan tersebut dapat berupa kegiatan hari anti-bullying, pertunjukan seni, penandatanganan pernyataan anti-bullying di seluruh sekolah, dan ide-ide kreatif lainnya.

Mengingat potensi dampak buruk yang ditimbulkan oleh bullying terhadap korbannya, maka Islam sebagai agama rahmatan lil alamin mampu mengatasi masalah ini. Ketenangan pikiran ini menjadi penghalang untuk mencegah dampak negatif menjadi korban bullying. Kedamaian batin atau ketenangan pikiran dapat dicapai melalui banyak cara, termasuk melalui konseling Islami.

Fokus konseling Islami sendiri adalah untuk membantu masyarakat menjalani kehidupan yang damai baik di dunia maupun di akhirat. Konseling Islami merupakan kemajuan baru dalam metode konseling yang menggunakan ajaran Islam sebagai landasan pelaksanaan.

Konseling sendiri mengacu pada pemberian nasihat atau rekomendasi atau saran dalam bentuk komunikasi antara konselor dan klien. Konseling dengan Metode dan Teknik Islam sebenarnya sudah ada sejak dahulu kala, sejak Muhammad diutus sebagai rasul. Hingga saat ini, upaya untuk mengembangkan pendekatan dan nasihat Islami masih terus dilakukan.

Tulisan dalam Kolom Opini ini adalah kiriman dari masyarakat. Segala tulisan bukan tanggung jawab Redaksi PanturaNews, tapi tanggung jawab penulisnya.

 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita