Minggu, 31/12/2023, 21:09:29
Mengarahkan Potensi Semangat Jiwa Ekspresif pada Mahasiswa Melalui Cipta Puisi
Oleh: Reny Andriyani
--None--

MAHASISWA Baru seringkali dihadapkan pada kebimbangan ketika baru memasuki perkuliahan. Karena, pada masa itu Mahasiswa masih dalam fase mencari jati dirinya dengan mencoba banyak hal baru untuk bisa ikut mengekspresikan diri, sehingga dapat dikenal oleh Mahasiswa lain.

Dengan kata lain, Sobat Mahasiswa Baru ini tengah membentuk personal branding atau citra dalam dirinya. Antara rasa ingin dikenal dan mengenal menjadi faktor utama.

Mahasiswa Baru pada dasarnya memiliki jiwa yang masih dipenuhi dengan semangat yang menggelora dan menggebu-gebu dalam perkuliahan. Bahkan dapat dikatakan bahwa mereka ini masih sangat murni karena belum banyak terkontaminasi dengan lingkungan perkuliahan secara intens.

Namun, sebagian besar dari mereka ini memiliki kemampuan jiwa eksresif yang tinggi karena lingkungan sekolah asal mereka sebelumnya, dengan kemampuan public speaking yang mumpuni. Hal ini membuat mereka ingin sekali dapat menyuarakan pendapat.

Tidak jarang pada akhirnya sebagian besar dari Sobat Mahasiswa Baru hanya terombang-ambing mengikuti arus teman satu angkatan hingga kakak tingkatnya di perkuliahan. Sangat dapat diterima bila arus itu menjerumuskan mereka pada situasi yang  positif. Namun, pada kenyataanya tidak jarang arus itu mengarahkan mereka pada hal yang negatif.

Contohnya saja, pada tindakan demonstrasi yang illegal atau berujung kerusuhan karena beberapa oknum yang tidak brtanggung jawab. Karena sangat memungkinkan seorang Mahasiswa Baru ikut terjerumus dalam demo-demo yang sebenarnya mereka tidak tahu mengapa demo tersebut diadakan. Mereka pada dasarnya hanya ingin jiwa ekspresif mereka terpenuhi.

Semangat jiwa ekspresif ini seharusnya dapat menjadi peluang yang baik apabila dapat terarahkan secara bijak pula. Dengan cara membangkitkan semangat jiwa ekspresif yang terarah pada Mahasiswa Baru melalui berkarya cipta puisi.

Apabila mendengar kata puisi tentunya sudah tidak asing lagi bukan untuk sekelas Mahasiswa. Apalagi yang telah menempuh pendidikan SD (sekolah dasar) hingga SMA (sekolah menengah atas). Tentunya sudah sering mendapat tugas atau sekedar berkarya menciptakan puisi dengan berbagai tema.

Apabila mengulas kembali arti puisi, pengertian puisi menurut Lafamane (2020:1) menyatakan puisi merupakan bentuk karya sastra dari hasil ungkapan dan perasaan penyair dengan bahasa yang terikat irama, matra, rima, penyusunan lirik dan bait, serta penuh makna.

Sejalan dengan itu, Sumardi (dalam Lafamane:2020) menemukakan puisi ialah karya sastra dengan bahasa yang dipadatkan, dipersingkat, dan diberi irama dengan bunyi yang padu dan pemilihan kata-kata kias (imajinatif).

Dari beberapa pengertian tersebut, dapat disimpulkan bahwa puisi merupakan suatu ungkapan atau perasaan pengarang yang terikat dengan unsur-unsur puisi dan dirangkai dengan bahasa yang menarik dan dibuat pula dengan imajinatif yang cukup tinggi sehingga membuat pembaca tertarik dengan puisi yang dibuatnya.

Ternyata, selain menyalurkan jiwa ekspresif kita ke dalam sebuah tulisan. Dalam berkarya cipta puisi ini dapat mendatangkan cuan atau penghasilan juga Sobat Mahasiswa Baru. Apabila kalian dapat melakukannya dengan penuh ketekunan dan semangat pantang menyerah dalam mencipta puisi.

Caranya ialah dengan mengikutsertakan karya puisi kalian pada event-event atau kompetisi cipta puisi yang terselenggara baik di tingkat perguruan tinggi hingga sekelas Nasional bahkan Internasional. Biasanya dalam ajang tersebut selalu diimingi dengan hadiah-hadiah menarik salah satunya berupa uang pembinaan.

Namun, perlu diingat bahwa dalam sebuah kompetisi tentunya jika ada yang menang pasti akan nada yang kalah. Jadi, apabila kalian nantinya kalah jangan langsung berkecil hati ya, Sobat Mahasiswa Baru.

Seperti yang telah saya sampaikan sebelumnya untuk tidak pantang menyerah dan terus mengupgrade tulisan dengan banyak belajar mengenai kepenulisan cipta puisi yang baik dan benar, mencari dan menemukan tempat-tempat terbaik untuk mendapatkan motivasi dalam menciptakan karya-karya puisi, serta memperbanyak pengalaman dalam berkompetisi cipta puisi.

Tapi tidak hanya pada kompetisi saja Sobat Maba, karena kita juga bisa mengirimkan naskah cipta puisi kita pada surat kabar lho. Tidak hanya satu atau dua bahkan banyak berbagai penerbit yang membuka peluang dan mempromosikan kepada khalayak agar mengirimkan karya kepada penerbit mereka dalam cuplikan surat kabar.

Tentu saja sangat memungkinkan untuk karya kita dapat terpampang secara luas di surat kabar yang beredar, baik secara offline maupun secara online. Dengan syarat, kalian haruslah teliti dan memahami secara baik ketentuan yang diberikan oleh pihak penerbit surat kabar mengenai sistematika dalam kepenulisan puisi di surat kabar tersebut.

Lalu, cantumkan identitas karya dan penulis, serta honorarium (kompensasi atas karya bila lolos terbit) bila diperlukan. Hingga, mengirimkan naskah pada platform yang telah ditentukan oleh penerbit tersebut, seperti melalui gmail.

Yang harus dilakukan selanjutnya adalah menunggu, menunggu bukanlah pasal yang menyenangkan. Waktu konfirmasi biasanya paling lama kisaran 1-2 minggu setelah pengiriman. Namun, hal inilah yang akan Sobat Mahasiswa rasakan ketika mengirimkan naskah apapun kepada penerbit.

Sebab, bukan hanya satu atau dua orang yang akan mengirimkan karya pada para penerbit tersebut. Akan tetapi ratusan bahkan ribuan orang dengan berjuta naskah karya cipta puisi yang dikirimkan. Oleh karena itu, Sobat Mahasiswa jangan ragu untuk terus mengirimkan naskah-naskah cipta puisi kepada pihak penerbit manapun yang terpercaya.

Namun, jangan melakukan mengirimkan karya yang telah dilombakan atau telah terpublish di platform lain ya Sobat Maba. Karena kalian nanti bisa di kenakan sanksi sebagai salah satu tanda plagiarisme.

Bukankah lebih berfaedah apabila bakat dan semangat jiwa ekspresif yang Sobat Mahasiswa Baru miliki itu dapat tersalurkan secara terarah melalui cipta puisi? daripada harus mengekspresikannya pada hal-hal yang tidak memberikan kemaslahatan dengan terombang-ambing tanpa tujuan yang jelas.

Sehingga, pada kesimpulannya potensi apapun dalam diri sobat Mahasiswa Baru adalah suatu anugerah yang perlu Anda syukuri dan kembangkan. Namun, semua potensi itu perlu dikembangkan melalui cara yang terarah. Karena baik buruknya hasil tergantung dari bagaimana niat dan cara kita memeroleh hasil tersebut.

Merangkai kata bukanlah hal yang mudah, tapi lebih sulit lagi melawan diri dari kemalasan dan tetap konsisten dalam semangat pantang menyerah.

(Sumber: Iman, S. dan Rizqi, H. (2023). Kajian Ekspresif pada Makna Majas Metafora yang Diungkapkan Pengarang pada Puisi. Comprehensive Journal Law, Volume.1, No.1, 38-34)

Tulisan dalam Kolom Opini ini adalah kiriman dari masyarakat. Segala tulisan bukan tanggung jawab Redaksi PanturaNews, tapi tanggung jawab penulisnya.

 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita