Minggu, 24/12/2023, 10:37:40
Permainan Tradisional Untuk Meningkatkan Kreativitas Anak Sekolah Dasar
Oleh: Putri Salsa Febriyani
--None--

PERMAINAN tradisional merupakan bagian tak terpisahkan dari budaya dan warisan nenek moyang kita. Lebih dari sekedar hiburan, permainan tradisional memiliki nilai-nilai yang berharga dan dapat diintegrasikan ke dalam lingkungan sekolah sebagai alat pembelajaran yang efektif.

Sejak zaman dahulu, permainan tradisional telah digunakan oleh masyarakat sebagai cara untuk mengajarkan nilai dan keterampilan kepada generasi muda. Pada tahun 90-an permainan tradisional yang diciptakan pada saat itu sangat beragam.

Permainan tradisional tersebut banyak yang menggunakan aktivitas fisik bisa dilakukan di luar rumah. Bahkan di dunia pendidikan permainan tradisional sangat membantu seperti dapat meningkatkan kecerdasan motorik, kelincahan dan membantu interaksi berkerjasama dengan yang lain.

Seperti yang ada pada permainan tradisional petak umpet. Permainan tradisional petak umpet adalah permainan yang fleksibel dan mudah dimainkan anak (Sari, 2020). Sehingga sangat baik untuk diterapkan pada anak usia tersebut. Melalui permainan ini kreativitas anak akan meningkat (Sutani, 2018).

Hal ini terjadi karena pada saat bermain, anak akan mencari temannya yang bersembunyi dan imajinasi anak akan mengarahkannya untuk mencari teman-temannya yang bersembunyi tersebut.

Tidak hanya itu melalui permainan ini juga perkembangan lain pun akan mulai berkembang dengan baik. Perkembangan tersebut seperti nilai agama dan nilai moral anak yang mampu mensyukuri ciptaan tuhan padanya.

Kemudian sosial emosional anak akan berkembang karena melalui permainan petak umpet ini anak akan bersosialisasi dengan teman sebayanya, memahami setiap karakter lawan bermainnya, termasuk juga perkembangan motorik anak (Sari, 2020).

Namun dalam perkembangan identitas "sosial" sekarang mulai memudar, terlihat pada pola hidup anak, di mana ketergantungan pada teknologi sangatlah tinggi. Seperti yang diungkap oleh (achroni 2012), mengatakan bahwa pola hidup anak di era sekarang ini sangatlah berbeda selalu disibukkan dengan bermain game online atau internet yang lainnya apabila tidak dibatasi penggunaannya dapat mempengaruhi kehidupan sosial anak. Dilihat dari era modern sekarang ini banyak anak yang tidak mengenal apa itu permainan tradisional.

Anak kecil zaman sekarang lebih memilih gadget, daripada bermain di luar rumah. Padahal untuk mengembangkan kemampuan anak, karena mereka tidak melakukan interaksi dengan orang lain dengan baik. Hal ini dapat menimbulkan sifat individualisme yang tertanam sejak kecil. Dengan itu permainan tradisional pum akan semakin terlupakan bahkan tidak akan ada yang mengenalnya lagi.

Pada perkembangan fasilitas dan akses yang serba modern, tidak hanya orang dewasa yang dapat menikmati kemudahannya akan tetapi kalangan anak-anak juga bisa menikmati fasilitas tersebut seperti PlayStation dan game online lainnya yang bisa dilakukan di berbagai daerah melalui internet ataupun handphone yang kini sudah dimiliki siapa saja.

Dampak dari ini anak-anak akan kehilangan waktu bersosialisasi dan keterampilan sosialnya, menjadi tidak berkembang, serta kepekaan sosial anak pun menjadi rendah (Ahroni 2012).

Penting untuk menciptakan keseimbangan antara penggunaan teknologi modern dengan melestarikan permainan tradisional. Dengan mengajak generasi muda untuk kembali mengenal, mencintai, dan memainkan permainan tradisional, kita dapat mengajarkan mereka tentang nilai-nilai luhur yang terkandung di dalamnya, serta menjaga keseimbangan penggunaan teknologi dalam kehidupan sehari-hari.

Tulisan dalam Kolom Opini ini adalah kiriman dari masyarakat. Segala tulisan bukan tanggung jawab Redaksi PanturaNews, tapi tanggung jawab penulisnya.

 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita