Minggu, 26/11/2023, 08:27:26
Pengaruh Perubahan Kurikulum Pendidikan di Indonesia
Oleh: Rahma Putri Mayanti
--None--

KURIKULUM merupakan serangkai rencana yang dibuat untuk dijadikan pedoman dalam proses belajar-mengajar. Dalam proses pendidikan di sebuah lembaga pendidikan membutuhkan kurikulum untuk mencapai suatu keberhasilan pembelajaran.

Di Indonesia, untuk mencapai keberhasilan itu, dilakukan perubahan kurikulum. Artikel ini membahas bagaimana pengaruh dari perubahan kurikulum yang terus silih berganti sehingga menimbulkan beberapa dampak positif dan negatif di Sistem pembelajaran.

Kurikulum pembelajaran di Indonesia telah berganti sebanyak 11 kali. Di antaranya, Kurikulum 1947, 1952, 1964, 1968, 1975, 1984, 1994, 2004, 2006, Kurikulum 2013 dan kurikulum selanjutnya yang telah dilaksanakan di satuan pendidikan adalah kurikulum merdeka belajar. Kurikulum merdeka belajar ini Hampir 70 Persen Satuan Pendidikan Sudah Menerapkan Kurikulum Merdeka.

Menurut data Kemendikbud Ristek pada 2022, kurikulum merdeka belajar telah digunakan di 143.265 sekolah. Perubahan-perubahan pada kurikulum pendidikan merupakan hasil pengembangan dari kurikulum-kurikulum sebelumnya. Maka dapat dikatakan bahwa kurikulum merdeka belajar merupakan penyempurnaan dari Kurikulum 2013.

Maksudnya adalah pembelajaran berorientasi kepada kebutuhan peserta didik. Seperti kesiapan belajar, minat belajar, dan profil belajar. Perubahan kurikulum pendidikan didasari pada perkembangan-perkembangan era yang pesat sekali.

Perkembangan dalam cabang ilmu pengetahuan di lembaga pendidikan menghasilkan materi baru serta perkembangan dalam cabang psikologi dan komunikasi menciptakan metode-metode baru dalam proses mengajar. Sehingga kurikulum itu bersifat dinamis dan selalu terjadi pembaruan.

Kurikulum merdeka belajar dirancang untuk mengasah minat Dan bakat peserta didik pada materi mendasar, pembentukan karakter Dan kompetensi. Sehingga memberikan keleluasaan dalam mengeksplorasi kemampuan dan minatnya.

Akan tetapi perubahan kurikulum berdampak baik dan buruk bagi mutu pendidikan, dimana dampak baiknya yaitu kurikulum baru melengkapi kekurangan yang ada pada kurikulum sebelumnya sehingga diharapkan kurikulum baru bisa meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia dan juga terdapat penyesuaian dengan tuntutan perubahan zaman.

Zaman berkembang dengan sangat pesat. Berbagai aspek kehidupan termasuk pendidikan membutuhkan adanya perubahan-perubahan untuk menyesuaikan dengan kebutuhan yang muncul. Fungsi kurikulum inilah yang akan menjawab untuk menghadapi tantangan masa depan akibat tuntutan perubahan zaman tersebut dan tetap mampu merealisasikan tujuan pelajar.

Dampak negatifnya adalah mutu pendidikan menurun dan perubahan kurikulum yang begitu cepat menimbulkan masalah-masalah baru seperti menurunya prestasi siswa, hal ini dikarenakan siswa tidak dapat menyesuaikan diri dengan sistem pembelajaran pada kurikulum yang baru (Kurniawan, 2011). 

Tidak tercapainya target pendidikan di awal penerapan, hal ini biasanya disebabkan karena guru sebagai pendidik belum mampu menerapkan kurikulum baru secara menyeluruh. Guru harus benar-benar memahami kurikulum baru beserta komponen-komponennya jika ingin menerapkannya dengan hasil yang diharapkan.

Sebaik apapun kurikulum baru yang dikembangkan, jika ujung tombaknya yaitu guru tidak mampu mengaplikasikannya dalam proses belajar mengajar dengan baik maka kurikulum tersebut tidak bisa berjalan lancar.

Penerapan kurikulum pendidikan ini diharapkan bisa menjadi semangat generasi penerus untuk terus meningkatkan kualitas dan mampu bersaing di dunia pendidikan yang semakin lama semakin banyak persaingan. Oleh karena itu, jangan jadikan perubahan kurikulum tersebuk menjadi hal yang menakutkan dan  menjadi beban untuk kita.

Tetapi, kita harus menjadikan hal tersebut menjadi suatu dorongan kita untuk memperoleh hasil yang lebih baik dan mampu bersaing di dalam pendidikan nasional maaupun internasional. Hal tersebut akan terwujud dengan menerapkan sisitem manajemen kurikulum pendidikan yang baik dan merata secara keseluruhan.

Dan ini adalah tanggung jawab kita bersama, untuk mewujudkan Indonesia yang merata pendidikan disemua kalangan.

(Rahma Putri Mayanti adalah Mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Prodi PGSD Universitas Peradaban Bumiayu, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah)

Tulisan dalam Kolom Opini ini adalah kiriman dari masyarakat. Segala tulisan bukan tanggung jawab Redaksi PanturaNews, tapi tanggung jawab penulisnya.

 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita