Minggu, 10/05/2026, 00:49:52
Tak Hanya di Kota Besar, Program Bedah Rumah di Brebes Kini Naik 3.000 Persen
LAPORAN TAKWO HERIYANTO

PanturaNews (Brebes) — Fokus pembangunan perumahan nasional mulai bergeser secara masif ke daerah. Kabupaten Brebes menjadi salah satu wilayah yang merasakan dampak signifikan melalui lonjakan drastis program bedah rumah atau renovasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) yang naik hingga 3.000 persen atau 30 kali lipat pada tahun 2026.

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, mengungkapkan bahwa transformasi ini merupakan bagian dari upaya pemerataan kesejahteraan. Jika pada tahun 2025 program bedah rumah di Brebes hanya menyasar 20 unit, tahun ini jumlahnya meroket tajam menjadi 600 unit.

"Kenaikan ini bukan sekadar angka, tapi bukti kehadiran negara di daerah. Sektor perumahan mampu mendorong perputaran ekonomi masyarakat secara luas," ujar Maruarar saat meninjau agenda kolaborasi pembiayaan perumahan di Desa Kaliwlingi, Sabtu (9/5).

Meski angka pembangunan melonjak tajam, Maruarar mengatakan bahwa tantangan sebenarnya adalah keberlanjutan. Ia meminta agar penguatan ekonomi lokal berjalan beriringan dengan perbaikan fisik rumah.

Harapannya, setelah rumah diperbaiki, masyarakat memiliki kemampuan ekonomi yang cukup untuk merawat hunian tersebut secara mandiri.

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menilai lompatan program ini di Brebes menjadi pilot project bagi daerah lain. Ia mendorong pemerintah daerah untuk bergerak cepat, terutama dalam urusan administrasi lahan.

"Pemda harus mempercepat penyelesaian tata ruang. Jangan sampai semangat membangun rumah subsidi dan bedah rumah ini terhambat karena berbenturan dengan Lahan Sawah Dilindungi (LSD)," tegas Luthfi.

Keberhasilan program di Brebes juga tercermin dari tingginya minat masyarakat terhadap akses pembiayaan. Berdasarkan data PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, nilai permintaan Kredit Program Perumahan (KPP) di Brebes mencapai Rp270,1 miliar dari 348 calon debitur.

Angka ini tercatat jauh lebih tinggi dibandingkan animo masyarakat dalam kegiatan serupa di Manado yang berada di kisaran Rp206 miliar. 

Fenomena ini menunjukkan bahwa kebutuhan akan hunian layak di daerah seperti Brebes sangat tinggi, didukung oleh kebijakan penambahan kuota rumah subsidi Jawa Tengah yang kini telah dinaikkan menjadi 50 ribu unit.

Melalui kolaborasi lintas sektor ini, Brebes membuktikan bahwa percepatan pembangunan perumahan kini tidak lagi hanya terpusat di kota-kota besar, melainkan merambah hingga ke pelosok desa.


 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita