Senin, 19/06/2023, 22:09:34
Dosen Universitas Peradaban Penelitian Tentang Literasi Budaya Abad-21
Oleh: Diyah Ayu Retnoningsih, S.Pd., M.Pd
--None--

Kemampuan Literasi Bahasa Siswa SD Dan SMP di Brebes Selatan

PARA Dosen melaksanakan kegiatan penelitan Tentang Literasi Budaya Abad-21, kolaborasi Prodi PGSD dan Prodi PBI Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Peradaban, Bumiayu, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah.  

Kegiatan penelitian telah dilaksanakan oleh Diyah Ayu Retnoningsih, S.Pd., M.Pd (Dosen Pendidikan Guru Sekolah Dasar), Dede Nurdiawati, S.Pd, M.Pd (Dosen Pendidikan Bahasa Inggris) dibantu oleh M. Irfan Nurhada (Mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris), dan Marsella Aji Nandani (Mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar).

Penelitian ini mengambil latar belakang berdasarkan pada sudut padang mengenai dampak dari fenomena perubahan program dan kebijakan disekolah yang berkaitan dengan penerapan literasi budaya abad 21 dan literasi Bahasa. Dengan tujuan mencari hasil pencapaian literasi budaya abad-21 terhadap literasi bahasa siswa SD dan SMP di wilayah di Brebes Selatan.

Berdasarkan analisis awal melalui observasi lapangan bahwa faktor yang mempengaruhi perubahan literasi budaya di lingkungan sekolah antara lain:

-(1) Perubahan sikap generasi millennial yang mudah percaya pada informasi yang diperoleh tanpa melihat kebenaran sumbernya, -(2) Terdapat siswa SD yang lulus belum memahami ejaan kata dengan baik dan benar, yang berpengaruh pada penyesuaian materi di tingkat selanjutnya (SMP), -(3) Kemampuan bahasa Inggris siswa ditingkat dasar (SD) masih banyak yang belum mengenal dan paham penggunaan bahasa Inggris yang benar. Hal ini sangat mempengaruhi kemampuan siswa di tingkat lanjutan (SMP).

Berdasarkan literatur yang digunakan dalam penelitian ini, yang ditinjau dari konteks pembelajaran abad ke-21, perlu diperhatikan kebutuhan belajar apa saja yang diperlukan dalam proses kehidupan di masa depan. Karena pada dasarnya siswa sekarang belajar membentuk kehidupan masa depan sedemikian rupa sehingga memperoleh keterampilan dan pengetahuan yang merupakan bentuk kompetensi dasar untuk dapat bertahan dan hidup di masa depan.

Oleh karena itu, pendidikan berwawasan ke depan harus dilihat secara holistik. Berikut dapat dicermati hal- hal yang terkait dengan keterampilan dan pengetahuan esensial dasar seseorang pada abad-21 sebagaimana  dikembangkan oleh Wigner (2010) membaginya menjadi tujuah keterampilan antara lain:

-(1) kemampuan berpikir kritis dan pemecahan masalah, -(2) kolaborasi dan kepemimpinan, -(3) ketangkasan dan kemampuan berorganisasi, -(4) inisiatif dan berjiwa enterpeneur, -(5) mampu berkomunikasi secara efektif baik secara oral ataupun tertulis. -(6) mampu mengakses dan menganalisis informasi, -(7) memiliki rasa ingin tahu dan imajinasi.

Pencapian keterampilan pendidikan yang mengakomodasi pada konsep berpikir abad-21, yang disebut penerapan 4C’s Abidin (2015) membaginya menjadi empat ketrampilan dasar yaitu -(1) creativity thinking and innovation, -(2) critical thinking and problem solving, -(3) communication, and -(4) collaboration.

Berdasarkan konsepnya literasi pembelajaran menurut, Mcguire (2015) memiliki dua tujuan utama yaitu:

-(1) Pembelajaran literasi di atas terdiri dari beberapa kompetensi mikro kompetensi tersebut mencakup kemampuan mengidentifikasi tujuan teks, sarana pembaca teks, dan implikator; -(2) Pembelajaran literasi berkaitan erat dengan hasil penelitian yang menunjukkan bahwa pembaca dan penulis yang efektif adalah pembaca dan penulis yang mampu menggunakan kemampuan berpikirnya, untuk mengatur proses pembaca dan proses menulis yang dilakukannya;

-(3) Untuk menanamkan apresiasi pada siswa tentang nilai kekuatan literasi; -(4) Pembelajaran literasi yang mengembangkan kemandirian siswa sebagai seorang pembelajar yang kreatif inovatif produktif sekaligus berkarakter.

Prinsip Pembelajaran abad-21 menurut Nichols, Jennifer, R., (2017) dibagi menjadi empat yaitu: (1) Instruction should be student-centered, (2) Education should be collaborative, (3) Learning should have context, (4) Schools should be integrated with society.

Kompetensi yang perlu dikuasai pada abad ke-21 yang mengkolaborasikan kompetensi digital sebagai penghubung dan pengembang kemampuan pendidik/guru, menurut pendapat Morocco, et al (Abidin, 2015) membaginya menjadi empat kopetensi   inti yaitu: kompetensi pemahaman pengetahuan, kompetensi berpikir kritis, kompetensi kolaborasi dan komunikasi, dan kompetensi berpikir kreatif.

Perlu dingat bahwa konsep kurikulum tersebut tidak lepas dari peran guru dalam melaksanakan kebijakan secara sistematis dan menyeluruh sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Berkitan dengan tantangan guru abad ke-21 dalam pernyataan Abidin,dkk (2017) bahwa menciptakan konteks pendidikan yang berkualitas kompetensi peran guru dalam aplikasi pembelajaran harus memenuhi strandar sebagai berikut:

-(1) guru harus mengajar agar siswa mampu mengkonstruksi makna, (2) guru harus melaksanakan pelajaran dengan menetapkan model pembelajaran aktif sebagai model pembelajaran utama yang digunakan, (3) guru harus memiliki akuntabilitas yang jelas, (4) guru harus menguasai teknologi, (5) guru harus mampu melaksanakan pembelajaran untuk meningkatkan kompetensi siswa, (6) guru harus menetapkan kapasitas pilihan dan tempat pengajar, dan (7) guru harus mampu mengajar dalam situasi masyarakat yang multikultur.

Berdasarkan ruang lingkup penelitian yang mengangkat topik mengenai penerapan kebijakan sekolah terkait literasi budaya abad 21 dan pencapian literasi bahasa ditingkat SD dan SMP menjadi hal penting diangkat sebagai tolak ukur evaluasi dan pencapaian kebijakan yang telah diterapkan disekolah. Sehingga diharapkan penelitian ini menjadi salah satu Feedback sekolah, khususnya di tingkat SD dan SMP dalam meningkatkan atau memperbaiki suatu kebijakan sekolah.

Selain itu kemampuan literasi Bahasa tingkat SD menjadi pondasi penting dalam menyiapkan siswa di jenjang berikutnya (SMP) untuk membatu siswa dalam penyesuaikan lingkungan dan pencapaian kompetensi diri. Masalah kemapuan literasi Bahasa di tingkat SD dan SMP menjadi hal penting yang perlu diperhatikan guna meminimalisir tingkat ketertinggalan siswa dari aspek pencapain kompetensi Bahasa yang nantinya akan mempegaruhi kompetensi bidang dan kualitas diri siswa dalam menghadapi perubahan zaman, kompetisi sosial dan kehidupan sehari-harinya.

Metodelogi penelitian ini adalah Evaluation Research dengan model CIPP yang dibagi menjadi empat tahap yaitu context, input, process, and product. Subjek penelitian dalam penelitian ini yaitu 6 SD dan 6 SMP dari Swasta dan Negeri di Brebes Selatan.

Hasil Penerapan literasi budaya abad-21 di tingkat Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) telah menerapkan literasi budaya abad 21. Hasil pencapaian indikator literasi Bahasa di tingkat SD dan SMP adalah rekapitulasi skala positif literasi bahasa dari tingkat SD sebesar 74,38% serta tingkat SMP yang terbagi menjadi dua aspek yaitu literasi bahasa indonesia sebesar 65,7% dan bahasa inggris sebesar 49,85%. Berdasarkan skala maksimal presentase 100% bahwa literasi bahasa inggris ditingkat SMP belum mencapai indikator literasi bahasa.

Hasil lain dari beberapa catatan respon guru ditingkat SD khususnya di kelas 4,5, dan 6 menunjukan adanya kendala yang menghambat penerapan literasi Bahasa secara maksimal hal ini dipengaruhi oleh ketidak mampuan siswa dalam memahami isi, struktur dan makna dari bacaan, ketidakmapuan dalam menganalisis bacaan, menuangkan gagasan menjadi tulisan dan fasilitas sekolah.

Tulisan dalam Kolom Opini ini adalah kiriman dari masyarakat. Segala tulisan bukan tanggung jawab Redaksi PanturaNews, tapi tanggung jawab penulisnya.

 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita