Rabu, 08/02/2023, 23:34:53
Belajar Matematika Asyik Dan Menyenangkan
Oleh: Andi Yulianto & Anwar Ardani, M.Pd
--None--

BIDANG studi matematika merupakan mata pelajaran yang menjadi momok bagi para siswa. Mereka sering kali  merasakan kesulitan dalam mempelajari, memahami,  mendeskripsikan hingga harus menghafal rumus-rumus matematika yang begitu  banyak. Sehingga dengan demikian mereka akhirnya membenci matematika dan  enggan belajar matematika. 

Entah siapa yang memberikan kesan dan memulai bahwa mata pelajaran matematika itu sulit dan membosankan, sehingga melekat pada diri mereka bahkan menjadi pola pikir atau mendset yang melekat pada diri mereka. Sebenarnya mata pelajaran matematika merupakan pelajaran yang asyik dan menyenangkan, bahkan termasuk pelajaran yang akan terus berguna  untuk kehidupan di masa depan.

Coba sekali kali ajak anak anak belajar matematika diluar ruangan atau di alam terbuka. Belajar diluar ruangan pastinya akan lebih seru dan menyenagkan. Ada banyak sekali alat penunjang yang bisa kita manfaatkan jika belajar diluar. 

Berdasarkan hasil penelitian yang didapat oleh (Maswar, 2019) menunjukkan bahwa untuk memotivasi siswa menyukai matematika dapat diterapkan strategi pembelajaran matematika  menyenangkan siswa (MMS) berbasis metode permainan mathemagic, teka-teki  matematis, dan cerita-cerita matematika yang  menarik, menantang  dan menghibur.

Dengan demikian, pembelajaran di kelas  matematika menjadi nyaman, dan tidak kaku. Selain itu, melalui metode-metode tersebut dapat merangsang siswa tertarik belajar matematika dan merangsang otak mereka untuk berpikir kreatif. Belajar menjadi terhibur, dan persepsi siswa terhadap matematika yang selama ini negatif  karena dipandang rumit, jelimet, terlalu serius dan membosankan menjadi persepsi positif yakni matematika itu asyik, mudah, banyak manfaatnya, menghibur dan menyenangkan

Hal  ini  sejalan  dengan  hasil  penelitian  yang  didapat  oleh  (Abidin  &  Tohir,  2019) menunjukkan bahwa pemilihan strategi yang sesuai dalam konstruksi rumus,penjelasan uraian masalah, informasi penting termasuk penyelesaian kendala yang ditemukan.

Adapun berdasarkan  hasil  penelitian  yang  didapat  oleh  (Mohammad  Tohir, 2016a)  menunjukkan  bahwa  untuk  menjadikan  siswa  aktif  dalam  kegiatan pembelajaran,  maka  guru  harusm  enerapkan  sembilan  hal  yang  dapat  diterapkan  pada kegiatan  bertanya, yaitu;

(1) Mengenalkan suatufenomena menarik yang belum pernah dikenali oleh siswa sebelumnya. (2) Words in a question. (3) Guru memberikan contoh pertanyaan pancingan. (4) Guru membentuk kelompok belajar dalam kegiatan pengamatandan bertanya.

(5) Guru dapat juga meminta siswa untuk bekerja dalam kelompok untuk membuat beberapa pertanyaan. (6) Guru mendampingi masing-masing siswa untuk membuat pertanyaan. (7) Completing What ifor What if not questions. (8) Questioning Breakfast, dan (9) Questioning Appraisal (Mohammad Tohir, 2016b)

Sedangkan menurut (As’ari,  Tohir,  Valentino,  Imron,  &  Taufiq,  2017) mengatakan bahwa  guru  harus  fokus  pada  materi  yang  akan  didiskusikan  dalam  kelas,  melalui pembelajaran    yang  bersumber  dari  kelompok  diskusi  siswa.  Kemudian, guru menyusun  instrumen  penilai  berdasarkan  penerapan  pembelajaran  HOTS  yang  dilakukan dalam kelas. 

Pembelajaran HOTS merupakan pembelajaran berorientasi pada keterampilan berpikir tingkat tinggi, peran guru tidak banyak menerangkan, sebaliknya guru banyak melakukan stimulasi pertanyaan untuk mendorong memunculkany pikiran-pikiran orsinil siswa. Oleh kare itu, maka ada tujuh tips belajar matematika asyik dan menyenangkan, yaitu;

(1) belajar di alam terbuka. (2) belajar dengan bermain. (3) mempelajari trik-trik matematika. (4) menggunakan alat peraga ya…

Mempertanyakan terhadap hal-hal yang diamati. Terjadinya kegiatan ’menanya’ oleh siswa dapat disebabkan oleh  karena  belum dipahaminya hal-hal yang diamati, atau dapat pula karena ingin mendapatkan informasi tambahan tentang hal-hal yang diamati. Agar proses menanya oleh peserta didik semakin hari berjalan semakin lancar dan berkualitas, guru dapat memfasilitasi dengan pancingan pertanyaan-pertanyaan yang berfungsi menggiring peserta didik untuk mempertanyakan hal-hal yang diamati.

(1) Guru yang menjaga wibawa Guru yang berwibawa akan tercermin  dri tingkahlakunya atau sikapnya di dalam kelas atau di luar kelas.

(2) Guru yang mampu menjadi contoh atau suri tauladan.  Menjadi contoh atau suri tauladan merupakan yang pertama dan utama sebagai seorang Guru. Katanya orang jawa Guru itu adalah digugu dan ditiru

(3) Guru Memahami psikologi perkembangan anak.  Guru yang dapat memahami psikologi perkembangan anak dapat mengetahui sebab mengapa seorang siswa berbuat sesuatu, sehingga apabila siswa melakukan suatu kesalahan maka guru tersebut dengan cepat dan tanggap dapat mengubah siswa tersebut supaya beralih kepada perbuatan yang baik yang hendak dicapai dari tujuan pendidikan.

Tulisan dalam Kolom Opini ini adalah kiriman dari masyarakat. Segala tulisan bukan tanggung jawab Redaksi PanturaNews, tapi tanggung jawab penulisnya.

 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita