Jumat, 05/06/2026, 19:47:31
Momen Haru Korban Bencana Tanah Bergerak Brebes Menangis Sambil Peluk Bupati
LAPORAN TAKWO HERIYANTO

PanturaNews (Brebes) - Suasana haru menyelimuti Balai Desa Sridadi, Kecamatan Sirampog, Kabupaten Brebes, Jumat (5/6/2026). 

Tangis sejumlah warga korban bencana tanah bergerak pecah saat menerima bantuan pemulihan pascabencana.

Pantauan di lokasi, momen emosional terjadi saat bantuan diserahkan secara simbolis oleh Bupati Brebes, Paramitha Widya Kusuma. Salah seorang warga penerima bantuan tampak tak kuasa menahan air matanya.

Sambil menangis sesenggukan, warga tersebut spontan memeluk erat Bupati Paramitha. Isak tangisnya terdengar di tengah keheningan balai desa, membuat suasana kian sarat emosi.

Warga mengaku sangat bersyukur atas bantuan tersebut. Pasalnya, selama beberapa bulan terakhir mereka harus hidup dalam ketidakpastian akibat rumah mereka rusak parah dihantam fenomena tanah bergerak. Bantuan ini dinilai menjadi harapan baru bagi mereka untuk menyambung hidup.

Bupati Brebes Paramitha Widya Kusuma menegaskan, pemerintah berkomitmen untuk selalu hadir di tengah masyarakat yang sedang tertimpa musibah.

"Pemerintah akan terus hadir untuk membantu masyarakat yang terdampak bencana. Semoga bantuan ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya dan membantu warga bangkit kembali," kata Paramitha.

Untuk diketahui, total bantuan yang disalurkan kali ini mencapai Rp 2,465 miliar. Dana tersebut merupakan bantuan dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah di bawah kepemimpinan Gubernur Ahmad Luthfi yang dialokasikan untuk pemulihan pascabencana di Kabupaten Brebes.

Desa Sridadi di Kecamatan Sirampog menjadi wilayah yang menerima alokasi terbesar karena parahnya dampak bencana tanah bergerak. 

Sebanyak 143 warga di desa ini menerima bantuan masing-masing sebesar Rp 15 juta dengan total nilai Rp 2,145 miliar. Selain itu, ada satu warga korban angin kencang di desa yang sama menerima Rp 10 juta.

Tak hanya di Sirampog, bantuan stimulan ini juga menyasar korban banjir bandang di Kecamatan Bumiayu. Rinciannya meliputi Desa Dukuhturi (8 penerima, total Rp 120 juta), Desa Kalierang (11 penerima, total Rp 110 juta), Desa Adisana (3 penerima, total Rp 30 juta), Desa Bumiayu (3 penerima, total Rp 30 juta), dan Desa Kalinusu (2 penerima, total Rp 20 juta).

Paramitha berharap, bantuan stimulan ini bisa segera digunakan warga untuk memperbaiki tempat tinggal mereka, sehingga aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat dapat kembali berjalan normal.


 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita