MATEMATIKA merupakan ilmu yang mempelajari pola struktur, Hitungan, Ruang bahkan konsep dasar matematika pun dipelajari dibidang ilmu ini. Artinya matematika tidak hanya mempelajari tentang perhitungan saja.
Matematika juga mempelajari tentang logika, Ruang, Bahkan waktu dipelajari dibidang ilmu matematika. Matematika pun sering kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari seperti penjumlahan. Pengurangan, Pembagian dan masih banyak lagi.
Menurut Maryati dan Priatna (2017:336), Matematika adalah ilmu deduktif karena dalam proses mencari kebenaran harus dibuktikan dengan teorema, Sifat, dan dalil setelah dibuktikan. Matematika juga merupakan ilmu pengetahuan yang diperoleh dengan nalar yang menggunakan istilah definisi dengan cermat, Jelas dan akurat.
Pengertian matematika oleh beberapa pakar yang diungkapkan oleh R. Soedjadi matematika adalah cabang ilmu pengetahuan yang eksak dan terorganisir secara sistematik, Matematika adalah pengrtahuan tentang bilangan bulat dan kalkulasi, matematika adalah pengetahuan tentang logik dan berhubungan dengan bilangan, matematika adalah fakta-fakta tentang kuantitatif dan masalah tentang ruang dan bentuk, matematika adalah pengetahuan tentang aturan-aturan yang ketat.
Menurut marsigit, Matematika adalah himpunan dari nilai kebenaran, dalam bentuk suatu pernyataan yang dilengkapi dengan bukti. Sedangkan menurut Erman Suherman dkk, mengatakan bahwa Matematika adalah ilmu yang abstrak dan deduktif.
Dikutip dari Herman Hudoyo, Pengembangan kurikulum dan pembelajaran Matematika, (Malang : Universitas Negeri Malang, 2003), h.123. R. Soedjadi, Kiat Pendidikan matematika di Indonesia: Konstatasi Keadaan Kasa Kini Menuju Harapan Masa Depan Bangsa, (Jakarta: Dirjen Dikti Depdiknas, 2000), h.11
Didalam dunia Pendidikan, Matematika merupakan pembelajaran yang didalamnya terdapat proses menghitung, menghafal serta menerapkan Ilmu matematika dalam kehidupan sehari hari adapun pembelajaran matematika bisa dilakukan secara asik dan lebih mudah dipahami.
Matematika merupakan peranan ilmu yang sangat penting bagi peradaban manusia untuk memulai kemajuan tentunya kemajuan tersebut dimulai dari Pendidikan sekolah dasar, pada Pendidikan sekolah dasar pada umumnya pembelajaran dilakukan dengan berbagai metode yang dapat menyenangkan suasana pembelajarannya.
Dari kebanyakan siswa beranggapan bahwa matematika merupakan ilmu yang susah dipahami, karenanya metodembelajaran matematika dengan konsep bermain sangat diharuskan, guna menumbuhkan kecintaan pada ilmu matematika sedini mungkin.
Metode Bermain Pembelajaran Matematika: DAKARMA (Dadu Kartu Matematika) merupakan media pembelajaran matematika dengan menggunakan dadu dan kartu sebagai penyokong proses belajar matematika, Kurangnya minat siswa terhadap ilmu matematika menjadi salah satu faktor tercetusnya inovasi pembelajaran ini.
Metode dakarma ini bisa meningkatkan motivasi giat belajar siswa sehingga siswa bisa menikmati bermain dengan belajar sehingga prosesnya bisa mudah dipahami.
Inovasi yang digagas sebuah permainan dadu layaknya permainan monopoli yang didalamnya terdapat bilangan ganjil dan genap, dalam metode ini proses belajarnya. Para siswa akan memainkan dua buah dadu yang telah disediakan pada saat melakukan permainan ini, ketika jumlah dadu yang yang keluar sejumlah sekian maka pion yang menggambarkan siswa tersebut akan berjalan sesuai jumlah dadu yang keluar pada selebaran permainan tersebut yang didalamnya sudah terdapat soal soal disetiap kolomnya yang mempunyai sifat terbuka dan rahasia atau tertutup untuk soal yang sifatnya terbuka, para siswa sudah bisa tahu bentuk soalnya seperti apa sedangkan bentuk soal yang sifatnya rahasia atau tertutup adalah soal yang mempunyai tingkatan medium yang terdapat dikartu yang sudah disediakan dengan simbol ganjil dan genap.
Awal mulanya peserta didik tidak memahami metode belajar seperti ini, Setelah beberapa kali dipraktikan peserta didik mulai memahami alur permainan ini bahkan mereka merasa puas ketika sudah berhasil memainkan metode belajar dengan bermain dakarma tersebut.
Siswa dituntut untuk bisa mengerjakan soal yang sudah disediakan jika siswa bisa mengerjakan soal akan mendapat poin untuk ditukarkan dengan gift. Apabila siswa tidak bisa menjawab pertanyaan maka pendidik bertugas untuk menerangkan proses penjawaban soal sehingga peserta didik dapat memahami soal tersebut dengan mudah.
Setelah metode ini diterapkan pada siswa sekolah dasar, Metode tersebut memperoleh hasil bahwa siswa lebih semangat dan mudah memahami matematika dengan metode pembelajaran dakarma peserta didik lebih aktif dalam proses pembelajaran sehingga potensi diri dalam peserta didik berkembang.